MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bengkel Disulap Jadi Rumah Semedi di Semarang Digerebek, Ada 11 KK dan Desersi TNI di Dalamnya

0 2.254

MuriaNewsCom, Semarang – Sebuah bangunan bekas bengkel di Palebon, RT 1 RW 11, Pedurungan, Kota Semarang, Rabu (14/2/2018) malam digerebek polisi dan tim  Pomal Lantamal V Surabaya. Kedatangan petugas gabungan ini untuk menangkap oknum prajuti TNI Al berpangkat letkol yang desersi dan berada di tempat tersebut.

Tim yang menjemput sempat terpaksa memanjat tembok tiggi karena rumah sangat tertutup. Rumah itu tertutup pintu lipat, sehingga aktivitas di dalam rumah tidak kelihatan dari luar. Saat petugas bisa masuk ke dalam bangunan itu, tim sangat terkejut.

Ternyata di dalamnya banyak orang. Ada 43 orang dari 11 kepala keluarga (KK) yang tinggal di dalamnya. Belakangan baru diketahui ternyata bekas bengkel itu digunakan untuk rumah semedi/meditasi.

Di dalam rumah itu juga terdapat oknum TNI AL yang desersi. Tak hanya orang dewasa, ada juga anak-anak bahkan bayi di dalamnya. Mereka sudah beberapa bulan berada di rumah itu untuk semedi. Mereka meninggalkan rutinitas kerja dan sekolah.

Dikutip dari detik.com, rumah itu milik Rondiono alias Andi. Menurut dia, sejak tiga bulan terakhir rumah yang merupakan bengkel itu aktivitasnya tertutup. Andi pun lantas dimintai keterangan polisi di Mapolsek Pedurungan.

“Mereka tidak melaksanakn kegiatan, tidak kerja, anak-anak tidak sekolah. Kegiatannya malam hari di dalam.” kata Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi.

Dari penyelidikan sementara laki-laki yang ada di rumah itu akan memakai sarung saat kegiatan dan bagi wanita memakai kain jarik. Pada malam hari mereka tidak menyalakan lampu, tapi menggunakan lampu minyak.

“Laki-laki dan perempuan dikumpulkan, ada istilahnya tapa rame (bertapa bersama). yang disayangkan itu ada yang desersi kemudian masuk ke sini,” ujar Mulyadi.

Sementara Andi mengaku memang menutup aktivitas di dalam rumahnya dari dunia luar. Ia bersama 11 KK melakukan meditasi untuk meninggalkan hal duniawi untuk mencari ketenangan. Ia menyebutnya, kembali ke alam.

Menurutnya, kegiatanya dilakukan sudah tiga bulan dan targetnya minimal selama satu tahun.  “Tutup gerbang sudah 3 bulan. Dalam setahun noto awak (menata diri), tidak berinteraksi,” akunya.

Namun Andi berkilah tidak menganjurkan anak-anak untuk tidak bersekolah. Tapi kenyataannya 43 orang yang ada di sana melepas kegiatan sehari-harinya, yaitu pria tidak bekerja dan anak-anak tidak sekolah. “Kan ngobrol-ngobrol, ya ditunda setahun (kerja dan sekolahnya),” paparnya.

Ia juga mengakui ada desersi TNI AL dari Surabaya yang ikut aktivitasnya. Pengakuannya ia sudah kenal dengan oknum TNI itu selama dua tahun, dan sering bertandang ke tempatnya.

Ia juga mengaku tak mengajarkan kepercayaan apapun. Ia pun membebaskan kelompoknya dalam beribadah sesuai agamanya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.