MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pejabat dari Jayapura yang Memimpin Studi Banding ke SDN 04 Purwodadi Ternyata Asli Grobogan

0 492

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada cerita menarik dibalik kegiatan studi banding yang dilakukan belasan guru  SD Inpres Komba, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (13/2/2018). Yakni, terkait sosok Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Jayapura Suprojo yang menjadi pimpinan rombongan peserta studi banding tersebut.

Yang bikin menarik adalah, pejabat ini ternyata aslinya dari Grobogan. Kenyataan itu diungkapkan Suprojo saat diterima Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat di ruang kerjanya setelah singgah di SDN 04 Purwodadi.

Informasi yang disampaikan Suprojo sempat bikin kaget Amin Hidayat. Soalnya, ia tidak menyangka jika pimpinan rombongan itu ternyata putra kelahiran Grobogan.

“Sejak awal saya sudah mengira jika Pak Suprojo ini dari Jawa dilihat dari namanya. Tapi saya jadi kaget karena ternyata asalnya malah dari Grobogan,” kata Amin.

Suprojo tercatat lahir di Dusun Bungkel, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Ia menamatkan SD dan SMP di Karangrayung. Kemudian, Suprojo sempat melanjutkan sekolah di SMAN 1 Godong pada tahun 1991.

Namun, Suprojo hanya sempat sekolah SMA selama tiga bulan saja. Soalnya, ia harus ikut kedua orang tuanya pasangan Sarjo Podo dan Silah Sarjan yang berangkat transmigrasi ke Kabupaten Kerom, Provinsi Papua.

“Saya adalah anak ketiga dari delapan bersaudara. Saat transmigrasi, hanya enam bersaudara yang ikut. Kedua kakak saya tidak ikut transmigrasi karena sudah berkeluarga pada waktu itu,” katanya.

Setelah tiba di daerah transmigrasi, Suprojo tidak bisa melanjutkan sekolah SMA. Soalnya, pada waktu itu belum ada SMA di lokasi transmigrasi.

Akhirnya, keinginan melanjutkan SMA baru terlaksana tahun berikutnya. Itupun, ia harus menempuh pendidikan di Kabupaten Jayapura.

“Jadi, saya sempat setahun berhenti sekolah. Setelah tanya informasi, kalau mau sekolah SMA harus ke Jayapura. Akhirnya, tahun berikutnya saya sekolah lagi di SMAN 3 Jayapura. Selama sekolah saya numpang di rumah kerabat yang juga dari kalangan transmigran,” jelas bapak dua anak itu.

Setelah tamat SMA, Suprojo melanjutkan kuliah di Universitas Cenderawasih dan mengambil jurusan pendidikan matematika. Begitu lulus tahun 1998, ia langsung diterima menjadi guru di SMPN 3 Sentani dan pada tahun 2002 pindah jadi guru di SMAN 1 Sentani.

Pada saat mengajar di SMA 1 Sentani, Suprojo sempat dua kali mengambil jenjang pendidikan pasca sarjana atau S2. Yakni, progam psikologi pembelajaran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan program pendidikan matematika di Universitas Cenderawasih Jayapura.

Setelah cukup lama jadi guru, suami Nurul Khasanah itu kemudian mendapat amanah sebagai Kasi Kurikulum SMA dan SMK pada tahun 2014. Kemudian, pada tahun 2016 hingga sekarang, ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Jayapura.

Selain Suprojo, dalam rombongan itu, ada satu orang lagi yang juga aslinya dari Grobogan. Yakni, guru SD Inpres Komba bernama Kartinah yang berasal dari Kecamatan Gabus. Semasa SMP di Gabus, Kustinah merupakan adik kelas dari Kepala SDN 04 Purwodadi Widarti. Saat bertemu, keduanya langsung terlihat akrab karena pernah saling kenal sebelumnya.

Editor: Supriyadi

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.