MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ibu Muda di Batang Tega Cekik Bayinya Hingga Tewas, Alasannya Ada Bisikan Gaib

0 1.058

MuriaNewsCom, Batang – Seorang ibu muda Nur Saskiawati (17) warga Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, tega membunuh anaknya sendiri yang masih berumur 2,5 tahun. Balita berjenis kelami laki-laki itu dibunuh sang ibu dengan cara dicekik dan dibekap dengan bantal.

Balita malang itu dibunuh di dalam kamar usai korban dimandikan dan disuapi makan oleh pelaku, pada Minggu (11/2/2018) sore. Alhasil kejadian ini membuat heboh warga kampung.

Apalagi alasan yang diberikan pelaku mencekik anaknya hingga tewas di luar nalar. Saat diinterogasi polisi, ibu muda itu mengaku mencekik anaknya karena mendapat bisikan gaib.

”Setelah masuk kamar (pelaku) merasa ada yang membisiki/membayang-bayangi untuk menghilangkan nyawa anaknya,” kata Kapolres Batang, AKBP Edi S Sinulingga.

Ia menjelaskan, kasus terungkap berawal dari kecurigaan dari ibu mertua pelaku. Karena pada saat itu, pelaku terlihat berusaha untuk mencari korban ke rumah saudara dan tetangga tetapi tidak menemukan anaknya.

Ibu mertua pelaku lantas pulang ke rumah bersama pelaku. Saat itu ia mendapati pintuk kamar pelaku dalam kondisi terkunci dari luar. Karena semakin curiga, pintu kamar itu didobrak dan mendapati balita bernama Ahmad Adiya Surya itu sudah tergolek tak bernyawa.

”Saksi bersama langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Subah. Dan pelaku sudah kami amankan,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, aparat kepolisian yang datang ke lokasi menemukan ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Keadaan balita tersebut luka memar di kepala, terdapat cakaran di sekujur tubuh dan tenggorokan patah akibat cekikan.

Meski demikian, untuk memastikan penyebab kematian korban, Polres Batang meminta tim DVI Polda Jateng untuk melakukan pemeriksaan.

Sementara itu, pelaku saat diinterogasi polisi mengakui jika telah menghabisi nyawa anaknya. Pengakuannya, aksi kejam itu dilakukan dengan membekak wajah anaknya menggunakan bantal. Aksi itu dilakukan usai pelaku mengambil tanah untuk menanam bunga di belakang rumah.

“Setelah membuat lubang di belakang rumah dan tanahnya diambil untuk menanam bunga, pelaku dan anaknya masuk ke rumah. Setelah itu mereka mandi dan makan. Setelah masuk kamar, pelaku merasa ada yang membisiki untuk menghilangkan nyawa anaknya,” terangnya.

Hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyidikan kasus ini, dengan melibatkan Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.