MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kopeng Jadi Tempat Transaksi Narkoba Kelas Kakap, Sabu Dijual Dalam Bentuk Permen

0 803

MuriaNewsCom, Semarang – Kawasan wisata Kopeng, di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, ternyata sering menjadi tempat transaksi narkoba kelas kakap. Pelaku pun menggunakan modus baru, untuk menghindari kecurigaan.

Ini dibuktikan dengan pengungkapan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, yang menangkap pengedar sabu kelas kakap. Barang bukti yang diamankan pun cukup banyak, yakni sabu seberat 1,1 kilogram.

Pelaku yang ditangkap bernama Eko Rianto (32), warga Boyolali. Modusnya menyembunyikan sabu di dalam bungkus permen. Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, untuk menangkap pelaku, tim sempat sulit mendeteksi karena ia tinggal di kamar kos yang lokasinya di sebuah rumah yang berada di antara kebun di Taman Wisata Kopeng.

“Tersangka ER alias John sengaja mencari lokasi yang tersembunyi di antara kebun tanaman bunga, agar aktivitasnya tidak terpantau,” kata Agus, Selasa (6/2/2018).

Saat dilakukan penggerebekan di kamar kos, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 1 kg yang dikemas dalam kemasan teh China berwarna hijau.

“Dari hasil pengledahan di rumah kos tersangka, diketahui barang bukti 1,1 kg sabu tersebut merupakan sisa dari 4 kg sabu yang dia simpan. Sisanya sebanyak 3,9 kg sudah diedarkan selama sebulan terakhir,” terangnya.

Selain kemasan besar, tim BNNP Jateng juga mendapati sejumlah sabu yang dikemas plastik klip bening. Kemudian ada juga yang dikamuflase menggunakan bungkus permen. Menurut dia, ini merupakan modus baru, di mana paket sabu dikemas dalam bentuk permen.

“Dimasukkan bungkus permen kemudian dipanasi untuk direkatkan. Ini yang ditemukan jumlahnya ada 19 bungkus permen. Satu permen sekitar 1 gram,” tandas Agus.

Dalam peredarannya Eko menyasar tempat wisata di pedesaan antara lain di Klero, Tingkir, Tengaran, Getasan, dan Bawen atau yang masuk wilayah Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Salatiga.

Selain Jawa Tengah, Eko juga mengirim sabu ke Jakarta dan Halmahera via pos. Dari pengakuan Eko, dia dikendalikan seseorang yang mengaku bernama Jiun lewat telepon seluler.

“Pengakuan ER, dia dikendalikan Jiun salah satu narapidana di Gracia Jogja (Lapas Narkotika dekat RS Gracia Yogyakarta),” kata Agus.

Eko sendiri mengaku baru enam bulan menjalankan aksinya. Ia juga mengaku punya bos, yang menugasinya mengedarkan sabu. Setiap menjual 1 kg sabu, ia mendapatkan komisi Rp 10 juta.

Ia bertugas mengambil sabu sesuai arahan bos yang bernama Jiun kemudian mengemas dalam paket kecil termasuk ke bungkus permen kemudian mengedarkannya. “Baru 6 bulan. Semua saya yang melakukan. Kenal Jiun dikenalkan sama teman,” akunya.

Editor : Ali Muntoha

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.