MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Super Moon Bikin Wilayah Semarang Tergenang Banjir Rob

0 441

MuriaNewsCom, Semarang – Fenomena alam langka Super Moon, yang terjadi pada 31 Januari 2018 malam, membuat sejumlah wilayah di Kota Semarang tergenang banjir rob. Air pasang masuk ke permukiman warga.

Dilansir dari Antara Jateng, salah satu wilayah di Kota Semarang yang tergenang rob yakni di wilayah Ujungsari, Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang. Rob di sekitar ujung Pos I Pelabuhan Tanjung Emas Semarang itu, sampai ketinggian hingga 30 sentimeter.

Dari keterangan warga Siswo (65), rob mulai muncul sekitar pukul 19.00 WIB. Pemilik warung ayam dan bebek goreng itu pun harus menghentikan aktivitas berdagangnya, karena rob semakin meninggi.

“Saya buka dagangan tadi pukul lima sore (17.00 WIB). Sampai Maghrib tadi belum rob, tiba-tiba habis Isya rob langsung naik tinggi. Katanya karena gerhana bulan,” katanya.

Ia mengaku sudah terbiasa mengehadapi rob saat berdagang. Karena hampir setiap bulan, khususnya saat “tanggal muda” rob selalu datang.

Seiring dengan fenomena “Supermoon”, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tingginya pasang air laut maksimum mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari.

Genangan rob juga terlihat di sekitar Kampung Tenggang, terutama yang bersebelahan persis dengan Sungai Tenggang dan akses masuk menuju Tambaklorok Semarang.

Baca : Awas! Saat Gerhana Bulan Merah Darah Akan Terjadi Hujan Lebat dan Banjir Rob di Pantura

Tokoh masyarakat Tambaklorok Semarang M. Rozikin mengatakan selama ini masyarakat sudah terbiasa menghadapi rob, bedanya kali ini dipengaruhi fenomena “Supermoon”.

“Fenomena ini kan menyebabkan air laut naik. Saya sudah imbau nelayan untuk tidak memaksakan untuk melaut. Kalaupun terpaksa harus melaut, lengkapi alat keselamatan,” katanya.

Sebab, ia tidak bisa melarang begitu saja nelayan untuk melaut karena mereka harus menghidupi keluarganya sehingga saat musim paceklik semestinya Pemerintah Kota Semarang memperhatikan nelayan.

“Temen-temen nelayan kan punya keluarga, mereka harus memastikan dapur tetap `ngebul`. Ya, kalau pas tidak bisa melaut, Pemkot Semarang harus membantu, misalnya sembako,” katanya.

Mengenai rob, pembina kelompok-kelompok usaha bersama (KUB) nelayan itu mengatakan pemerintah sedang mengupayakan penanggulangan rob dan banjir dengan pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok.

“Ya, kami berharap masyarakat mendukung pembangunan kampung bahari ini. Sebab, nanti hasilnya masyarakat yang akan merasakan, salah satunya terbebas dari rob,” kata Rozikin.

Editor : Ali Muntoha

Hari Kemerdekaan 2018 Pc
United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.