MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Awas! Saat Gerhana Bulan Merah Darah Akan Terjadi Hujan Lebat dan Banjir Rob di Pantura

0 20.284

MuriaNewsCom, Semarang – Rabu (31/1/2018) besok akan terjadi fenomena alam langka, yang terjadi sekitar 150 tahun sekali yakni gerhana bulan total blood moon (bulan darah merah). Jika cuaca tidak hujan dan mendung, fenomena alam ini bisa dilihat secara langsung dengan mata telanjang.

Keindahan fenomena alam langka ini sudah banyak ditunggu. Meski demikian, Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat, bahwa saat fenomena blood moon ini akan terjadi air pasang laut maksimum.

Air pasang maksimum dapat mencapai 100-140 sentimeter dan surut minuman 100-110 sentimeter pada 30 Januari sampai 1 Februari 2018.

Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang Tuban Wiyoso, juga mengimbau masyarakat untuk waspada tentang hal ini.

Menurut dia, naiknya air rob lantaran pada saat bersamaan juga terdapat supermoon. Kenaikan air rob harus diwaspadai masyarakat di pesisir pantai utara (pantura) Jawa, karena bisa memicu banjir rob dan menganggu aktivitas jalan raya.

“Fenomena gerhana bulan total bertepatan dengan munculnya supermoon di atas langit Jawa Tengah. Ada baiknya warga mewaspadai hal ini, karena ketinggian banjir rob mengalami kenaikan dibanding kondisi normal,” kata Tuban kepada wartawan, Selasa (30/1/2018).

Pihaknya juga meminta para nelayan yang melaut tetap waspada daat fenomena blood moon terjadi. Sebab, di perairan Laut Jawa ketinggian ombak laut mencapai 2,5 meter. Bahkan, tinggi ombak laut selatan atau Samudera Hindia maksimal bisa sampai 6 meter.

Baca : Bulan Merah Darah Jadi Objek Pengamatan NU Kota Semarang Saat Harlah

Selain itu, beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu satu pekan, mulai 29 Januari hingga 3 Februari 2018.

Penyebabnya adalah pergerakan massa udara dingin dari daratan Asia yang masih cukup aktif ditinjau dari indeks seruakan udara dingin (cold surge). Hal ini menyebabkan terbentuknya beberapa wilayah pertemuan angin yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan menjadi signifikan.

Berdasarkan data BMKG, gerhana bulan total terakhir kali muncul di Indonesia pada 30-31 Desember 1982 atau 36 tahun lalu. Sementara fenomena blood moon terakhir kali diamati pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun yang lalu.

Pengamatan gerhana bulan total dapat dilihat secara ideal dari daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga daerah barat Sumatera. Termasuk kawasan Samudera Hindia karena merupakan zona bulan terbit saat fase gerhana berlangsung.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.