MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bulan Merah Darah Jadi Objek Pengamatan NU Kota Semarang Saat Harlah

0 677

MuriaNewsCom, Semarang – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang akan digelar pada Rabu (31/1/2018) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Prosesi harlah akan diisi dengan semaan Al-Quran hingga pengamatan gerhana bulan.

Gerhana bulan kali ini nantinya akan cukup langka, yakni gerhana total Bulan Merah Darah (blood moon). Fenomena ini cukup langka, karena hanya terjadi sekitar 150 tahun sekali.

Fenomena Bulan Merah Darah ini akan berlangsung pada 31 Januari 2018, tepat saat pelaksanaan peringatan Harlah ke-92 NU Kota Semarang. Peristiwa ini terakhir kali diamati pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun yang lalu.

Proses gerhana ini akan berlangsung sekitar empat jam. Awal gerhana parsial dimulai pukul 18.48 WIB, sedangkan awal gerhana total dimulai pukul 19.52 WIB, dan puncak gerhana akan berlangsung pada pukul 20.30 WIB.

Fenomena ini menurut LAPAN merupakan gabungan antara Super Moon, Blue Moon dan dengan gerhana bulan toal. Sehingga menghasilkan bulan berwarna merah darah. Fenomena ini menjadi istimewa karena sangat jarang terjadi.

Baca : Awas! Saat Gerhana Bulan Merah Darah Akan Terjadi Hujan Lebat dan Banjir Rob di Pantura

Ketua Steering Commite Harlah ke-92 NU Kota Semarang, KH Adib Fatoni menyatakan, peringatan Harlah ke-92 NU akan digelar di serambi MAJT mulai pukul 15.30 WIB, dengan semaan Al-Quran bersama sekitar 300 penghafal Al-Quran (huffadh/huffadhoh).

Setelah Magrib, lanjut Adib, diadakan pengamatan gerhana bulan menggunakan teropong astronomi, lalu salat gerhana diisi khutbah tentang gerhana.

”Setelah Isya, ada pidato refleksi oleh lima rektor perguruan tinggi di Semarang, lalu ditutup mauidhoh hasanah dan doa bersama,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom, Selasa (30/1/2018).

Untuk menyelenggarakan harlah NU ini, PC NU Kota Semarang cukup kewalahan menerima sumbangan dari masyarakat. Bahkan panitia terpaksa menolak dan menutup sumbangan, karena jumlahnya yang sudah membeludak.

Sumbangan itu berupa uang tunai yang ditransfer ke rekening PCNU Kota Semarang, maupun makanan. KH Adib Fatoni menyatakan, kotak infaq telah ditutup empat hari menjelang acara harlah.

Ia menyatakan, saat ini pihaknya telah menerima sumbangan uang sebesar Rp 25 juta. Plus 3 ribu nasi kotak dan ribuan snack. Di antara penyumbang nasi kotak adalah Walikota Semarang Hendrar Prihadi, sebanyak 600 dus nasi.

“Kami tidak membuat proposal. Justru sumbangan sangat banyak. Terpaksa kami batasi, kami tutup pada H-4. agar bisa fokus mempersiapkan acara selama tiga hari,” ujarnya.

Dengan nada haru Adib mengungkapkan, ketika rapat pembentukan panitia memutuskan tidak membuat proposal dan memakai prinsip kemandirian, justru para pengurus maupun warga NU berebut paling awal berinfaq. Orang lain pun mengikuti.

“Momen Harlah NU  ini telah membuat banyak orang menyadari bahwa NU tidak butuh kita. Justru kitalah yang butuh NU,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.