MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Suasana Tempo Dulu di Pasar Karetan Kendal, Bayar pun Pakai Girik

0 807

MuriaNewsCom, Kendal – Berbagai macam hal yang berbau jadul, kini mulai populer dan masuk dalam berbagai lini. Tak terkecuali dalam masalah kuliner. Berbagai macam kuliner tradisional yang sudah mulai langka kini mulai bermunculan kembali.

Bahkan di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, bahkan ada pasar khusus yang menyajikan berbagai macam penganan tradisional. Namanya Pasar Karetan. Pasar ini sangat eksotis, dengan nuansa hutan karet dan persawahan.

Bahkan di pasar ini, model pembayarannya pun tidak menggunakan mata uang rupiah, melainkan koin yang disebut girik.

Pengunjung harus menukarkan uang dengan girik tersebut. Girik tersedia dalam pecahan dua setengah hingga lima puluh. Pengunjung bebas menukarkan girik tanpa ada batasan minimal ataupun maksimal.

Kuliner tradisional yang dijajakan di Pasar Karetan

Pengelola Pasar Karetan, Don Kardono, mengatakan tujuan dibangunnya pasar ini adalah membangun membangun budaya pasar yang bernuansa pariwisata, dengan mengurangi penggunakan bahan-bahan plastik dan styrofoam. Wadah diganti dengan bahan-bahan yang berasal dari alam yang ramah lingkungan.

Menu kuliner yang dijual merupakan menu jadul yang sudah mulai jarang ditemukan. Di pasar ini ada lapak penjual semuanya menggunakan kayu. Termasuk wadah yang digunakan untuk makanan, berupa tembikar, daun dan batok kelapa.

“Pedagang yang berjualan di Pasar Karetan ini merupakan warga sekitar yang diberdayakan. Mereka semua mengenakan baju tradisional. Ini sebagai salah satu sarana menjaga tradisi lama yang nyaris tidak populer lagi,” ujarnya.

Sensasi menikmati makanan tradisional terasa kental, karena suasana pasar yang berada di tengah kebun karet. Pemandangannya masih asri. Pengunjung bebas memilih tempat untuk menikmati makanan tradisional, bisa di gazebo kayu atupun lesehan di rumput.

Mainan jadul pun juga dijual di Pasar Karetan

Untuk menuju pasar karetan, pengelola menyediakan angkutan wisata yang disediakan secara gratis. Kurang dari dua menit dari tempat parkir, pengunjung sudah bisa tiba di depan Pasar Karetan. Tidak ada tiket masuk ke lokasi Pasar Karetan.

Tidak hanya makanan tradisional yang menjadi daya tarik. Permainan tradisional dan spot  foto dengan latar belakang pemandangan alam yang asri bisa didapat di Pasar Karetan.

“Penataan makanan di rombong penjual juga artistik. Kalau difoto bagus. Sudah jadi obyek yang layak medsos. Tidak asal,” tutur Don Kardono.

Mendatangi Pasar Karetan serasa kembali ke zaman dulu. Seluruh pengenanan yang dijajajakn menggunakan bahan alami. Harga makanan yang disajikan di sini mulai Rp 2.500 hingga Rp 25 ribu.

Namun Pasar Karetan ini tak buka setiap hari. Pasar ini hanya buka khusus pada hari Minggu mulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.