MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Rombongan Banser Kecelakaan di Tol Banyumanik, Ahli Pisau Pamor Grobogan Ikut Jadi Korban

0 12.652

MuriaNewsCom, Semarang – Rombongan Banser dari Grobogan, terlibat kecelakaan di Tol Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (21/1/2018) tengah malam. Dalam peristiwa itu, satu anggota Banser meninggal dunia karena mengalami luka cukup serius.

Selain itu, empat anggota Banser lain mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. Korban meninggal yakni Miftakhul Huda (33), warga Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan. Korban juga dikenal sebagai ahli pembuat pisau pamor yang cukup terkenal di Grobogan.

Huda meninggal dalam perawatan di RS Elizabeth Semarang, Senin dinihari sekitar pukul 04.30 WIB.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, usai rombongan Banser mengikuti Kursus Banser Lanjutan (Susbala) di Ungaran.

Miftahul Huda, anggota Banser yang meninggal dalam kecelakaan di Tol Banyumanik. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Pemimpin Cabang GP Ansor Grobogan Fatoni ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan yang menimpa kendaraan yang ditumpangi anggota Banser tersebut. Selain satu korban meninggal, ada empat orang yang dirawat di rumah sakit.

“Yang meninggal adalah sahabat Miftakhul Huda. Kemudian, yang masih dirawat ada empat orang dan kondisinya dikabarkan sudah membaik. Kami sangat berduka dengan adanya musibah ini,” jelasnya via telpon, Senin (22/1/2018).

Baca : Miftakhul Huda, Pembuat Pisau Berukir Seperti Keris Pusaka yang ’Dipuja’ Orang Luar Negeri

Baca : Begini Cara Bertahan Hidup Keturunan Empu Supa, Si Ahli Keris Zaman Kerajaan, di Grobogan

Menurut Toni, pihaknya mengirimkan 19 anggota untuk mengikuti Susbala di Ungaran selama empat hari, hingga Minggu malam. Rombongan dari Grobogan terbagi dalam tiga mobil. Adapun mobil yang terlibat kecelakaan diisi perwakilan Banser dari Kecamatan Grobogan dan Toroh.

“Rombongan dalam perjalanan pulang ke Purwodadi setelah selesai menjalani Susbala. Kecelakaan hanya menimpa satu mobil. Namun, bagaimana kronologisnya saya belum tahu persis,” katanya.

Sekadar diketahui, Miftakhul Huda yang meninggal dalam kecelakaan itu sehari-harinya dikenal sebagai seorang pande besi yang membuat produk khusus. Yakni, berupa pisau berpamor atau memiliki motif seperti sebuah ukiran yang biasa terdapat pada sebilah keris pusaka.

Pisau berpamor bikinan Huda dipasarkan secara khusus lewat online. Pisau bikinan Huda saat ini sudah dikenal di kalangan komunitas pecinta pisau yang tergabung dalam wadah Indonesian Blade Community.

Huda terhitung masih memiliki garis keturunan Empu Supo. Yakni, seorang ahli pembuat keris pusaka pada era Mataram kuno dan juga murid dari Sunan Kalijaga.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.