MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemindahan Terminal Terboyo Kurang Perencanaan

0 803

MuriaNewsCom, Semarang – Pemindahan Terminal Terboyo di Kota Semarang yang menuai kisruh dituding akibat kurangnya perencanaan. Bahkan kalangan dewan menuding jika pemerintah tak serius memindahkan operasional terminal ke Mangkang dan Penggaron.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menuding ketidakseriusan itu terlihat dari diperbolehkannya lagi bus masuk Terminal Terboyo, padahal kebijakan pemindahan terminal sudah diberlakukan.

“Dishub Kota Semarang seharusnya konsisten dalam menentukan kebijakan. Penataan terminal sejauh ini terkesan tidak serius,” kata Supriyadi.

Menurut dia, pemindahan terminal seharusnya dipersiapkan secara matang, termasuk perlunya penataan secara berkelanjutan agar kebijakan tersebut bisa mengakomodasi seluruh pihak.

Ia tidak mempermasalahkan pemindahan transit bus dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang dan Penggaron. Hanya saja menurut dia, pengkajian secara mendalam agar tidak menimbulkan polemik seperti sekarang.

“Mulai dampak lalu lintas hingga dampak sosial harus dipikirkan. Pedagang kaki lima (PKL) di Terminal Terboyo sebetulnya tidak menolak pemindahan terminal, tetapi tempat relokasinya disiapkan dulu,” katanya.

Kenyataannya, kata dia, infrastruktur di tempat relokasi di Terminal Mangkang dan Penggaron belum disiapkan secara matang. Sehingga pedagang tetap bertahan di Terminal Terboyo Semarang.

“Seharusnya, dikaji dan disiapkan dulu. Jangan sampai malah menimbulkan polemik seperti sekarang ini. Kondisi saat ini, antara Terminal Mangkang dan Penggaron belum siap semua,” katanya.

Persoalan lain yang harus ditata, kata dia, kemunculan terminal-terminal bayangan, seperti di daerah Krapyak, dan sebagainya sehingga malah tidak terpusat transit busnya di Terminal Mangkang.

“Padahal, Terminal Mangkang telah dibangun dengan dana ratusan miliar, sekarang malah mangkrak. Ya, secara keseluruhan saya menilai pengelolaan sejumlah terminal di Semarang tidak serius,” katanya.

Sebelumnya, Dishub Kota Semarang mengizinkan kembali bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKPD) untuk masuk kembali ke dalam Terminal Terboyo mulai Rabu (17/1/2018) lalu.

Kebijakan itu diambil setelah aksi protes ratusan awak bus AKAP dan AKDP yang mengeluhkan sepinya penumpang di Terminal Mangkang, Selasa (16/1/2018), yang kemudian mengizinkan bus parkir di depan terminal.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.