MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perlintasan KA Sebidang di Grobogan Boleh Tak Ditutup, Tapi Ini Syaratnya

0 602

MuriaNewsCom, Grobogan – Perlintasan kereta api sebidang sering menjadi lokasi kecelakaan. Di Grobogan banyak perlintasan sebidang dan tak perpalang pintu, yang sering menyebabkan kecelakan hingga merenggut korban jiwa.

PT KAI Daop IV/Semarang berencana menutup ratusan perlintasan kereta api, termasuk yang ada di Kabupaten Grobogan. Namun perlintasan sebidang ini bisa saja tak ditutup, asalkan ada petugas khusus yang menjaga perlintasan ini dan diberi palang pintu.

Caranya, pihak desa yang wilayahnya terdapat perlintasan sebidang harus mengalokasikan anggaran pengamanan melalui APBDes.

“Mulai tahun 2018, sudah ada peraturan bupati yang terkait pengelolaan perlintasan sebidang. Untuk pengamanan perlintasan tanpa palang itu bisa dianggarkan lewat APBDes,” kata Sekda Grobogan Moh Sumarsono, usai memimpin rakor tindak lanjut penataan perlintasan sebidang kereta api di Gedung Riptaloka, Jumat (12/1/2018).

Rakor juga dihadiri Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Edi Nursalam dan Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto. Hadir pula, para camat, kapolsek dan kepala desa yang wilayahnya terdapat perlintasan sebidang.

Menurut Sumarsono, dana yang dianggarkan lewat APBDes nantinya bisa digunakan untuk mendukung pengamanan perlintasan. Bentuknya bisa dilakukan dengan membuat palang pintu dan membayar penjaganya.

“Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada perlintasan tanpa palang pintu atau pejaga. Salah satu langkah pencegahan adalah membuat palang dan ada penjaga. Kalau tidak maka perlintasan itu akan ditutup,” tegasnya.

Kepala Dishub Grobgan Agung Sutanto menyatakan, sebelumnya sudah disosialisasikan pada pihak desa agar mendata perlintasan yang ada di wilayahnya masing-masing. Dari data itu, pihak desa diberi pilihan untuk menentukan perlintasan yang tetap dibuka dan ditutup.

“Penutupan perlintasan sebidang dilakukan setelah hasil pendataan dari desa diserahkan ke Kementrian Perhubungan. Penutupan ini salah satu tujuannya untuk mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan kereta api,” jelas mantan kabag humas itu.

Agung menegaskan, jika perlintasan nanti ditutup diharapkan warga bisa beralih melewati jalur lain. Sementara jika menghendaki tetap dibuka maka konsekuensinya harus dipasang palang pintu dan diberi penjaga secara swadaya. Semua keputusan diserahkan ke pihak desa untuk menentukan pilihan.

Baca : Sering Bikin Celaka, Perlintasan KA Jalur Pantura Bakal Ditutup

Ditambahkan, sejauh ini masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan  keseluruhan ada 139 titik.

Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus.

Dari 139 titik ini, baru 13 titik perlintasan yang dilengkapi palang pintu atau dijaga petugas. Kemudian, ada satu titik yang dipasang palang pintu swadaya masyarakat. Yakni, perlintasan sebidang di Desa Katong, Kecamatan Toroh.

“Ratusan titik perlintasan lainnya belum ada pintu maupun penjaganya. Beberapa perlintasan  yang arus lalu lintasnya cukup ramai biasanya ada penjaga swadaya. Untuk menekan kecelakaan, salah satu upayanya adalah memasang rambu peringatan di perlintasan dan garis kejut,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.