Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Banyumasan  >  Artikel ini

Bukan Lindungi Warganya, Kades Ini Justru Rampok Nenek Renta



   /  @ 16:25:00  /  7 Desember 2017

    Print       Email

Kepala Desa Jatiluhur ditangkap Polres Kebumen karena mencuri dan membekap seorang nenek. (Humas Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Seorang kepala desa di Kabupaten Kebumen, ini sudah sangat keterlaluan. Bukannya melindungi warganya, kepala desa itu justru  merampok tetangganya yang sudah tua renta.

Perilaku itu dilakukan Kepala Desa Jatiluhur, Kecamatan Rowokele, Kebumen, bernama Ponco (40). Ia melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap nenek renta berusia 74 tahun bernama Parsini.

Sang nenek yang sudah renta itu dibekap mulutnya dari belakang, kemudian pelaku menggeledah rumah dan mengambil uang Rp 2 juta rupiah. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/11/2017) lalu. Korban yang melaporkan aksi ini dan polisi langsung melakukan penangkapan.

“Aksi kriminal Kepala Desa ini terungkap sejak korban Parsini melaporkan tersangka ke Polsek Rowokele,”kata Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti dalam jumpa pers, dikutip dari Tribunjateng.com, Kamis (7/12/2017).

Dan ternyata, kepala desa itu bukan kali pertama melakukan pencurian di rumah Parsini. Sebelumnya pada 26 November 2017, tersangka juga mencuri uang sebesar Rp 200 ribu di rumah Parsini.

Usia aksi pencurian yang pertama itu, tersangka sempat berpura-pura menenangkan korban untuk mengelabuhinya.

“Selama ini korban tinggal sendiri di rumah. Uang yang dicuri tersangka merupakan kiriman dari anaknya yang tinggal di luar kota,” ujarnya.

Berdasarkan pengembangan kasus ini, selain curas, tersangka ternyata juga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), yaitu mencuri laptop, serta kamera saku di rumah perangkat desanya dengan kerugian ditaksir sebanyak Rp 35 juta.

Padahal, barang itu merupakan inventaris milik Desa Jatiluhur yang dipimpinnya. “Dari hasil curianya itu, oleh tersangka dipakai untuk melunasi utang-utangya dan mencukupi kebutuhan ekonomi,” terangnya.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →