Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Jawaban Gus Yaqut Ketika Dihujat Karena Banser Jaga Gereja



   /  @ 15:43:13  /  7 Desember 2017

    Print       Email

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas saat membuka PKN angkatan VI Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Leteh, Kabupaten Rembang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Rembang – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas angkat suara tentang seringnya hujatan dan ejekan ketika Banser menjaga gereja.

Saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) GP Ansor Angkatan VI di Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Leteh, Kabupaten Rembang, Rabu (6/12/2017), Gus Yaqut menyebut, apa yang dilakukan Ansor dan Banser itu pada hakikatnya bukan menjaga gereja.

”Melainkan menjaga komponen bangsa yang pernah bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Gus Yaqut mengatakan, Ansor tidak hanya menjaga gereja. Jika diminta untuk membantu menjaga keamanan ibadah umat beragama lain pun, Ansor siap turun bersama. Namun ia menekankan, apa yang dilakukan oleh Ansor itu, tidak berlaku selamanya.

“Ansor akan berhenti melakukan hal yang demikian, apabila para penebar teror yang mengancam keutuhan NKRI binasa dari negeri ini,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh kader Ansor, termasuk di dalamnya Banser, untuk tidak berkecil hati ketika dihujat, hanya karena ingin menjaga Indonesia.

”Karena para kiai yang sudah jelas mutu keilmuan dan kerendahhatiannya juga dihujat ketika bersama mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila,” terangnya.

Ia juga kembali menegaskan jika Ansor tidak akan pernah berhenti melawan pihak-pihak yang mengganggu NKRI, memecahbelah persatuan dan keberagaman bangsa Indonesia. Sikap GP Ansor tersebut sejalan dengan tema kegiatan “Yang Waras Jangan Mengalah”.

“Tema itu sebagai bentuk penegasan sikap Ansor yang tidak diam ketika paham kebangsaan Indonesia diganggu. Makanya, yang waras jangan ngalah,” tandas Gus Yaqut.

Sementara itu, PKN yang akan diadakan mulai Rabu (6/12/2017) hingga Minggu (10/12/2017) digelar bersamaan dengan Latihan Instruktur (LI) 2 yang dilaksanakan di Pesantren Al-Hamidiyah, Ngemplak, Lasem. Ratusan peserta mengikuti kegiatan ini.

Turut hadir pada pembukaan PKN VI dan LI-2, para pemuka agama Islam, Nasrani dan Buddha, Bupati Rembang Abdul Hafidz, serta Kapolres Rembang AKBP Pungki Bhuana Santoso.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →