Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Curi Honda Scoopy, Residivis Kambuhan Asal Jepara Didor Polisi



Reporter:    /  @ 14:05:38  /  7 Desember 2017

    Print       Email

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto (kiri) ketika mengintrogasi tersangka Gengkong, Kamis (7/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Sairi alias Gengkong (40) ditangkap Satreskrim Polres Jepara karena mencuri sebuah motor Honda Scoopy milik Nor Istianah, Selasa (5/12/2017) lalu. Karena berusaha melawan saat hendak ditangkap, ia kemudian “didor” oleh petugas di lutut sebelah kiri.

Saat press rilis di Mapolres Jepara, tersangka mengaku sudah empat kali keluar masuk penjara. Pertama kali masuk bui, karena kasus penjambretan. Bukannya jera, di balik jeruji besi Warga Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang itu justru meningkatkan kemampuannya.

“Di penjara saya tanya-tanya tentang pembuatan kunci T kepada napi lain,” tuturnya Kamis (7/12/2017). 

Gengkong mengaku untuk membobol kunci motor hanya dibutuhkan waktu maksimal 20 detik. Hal itu bisa dilaksanakan jika, pemilik motor tak menutup lubang kunci atau menambah kunci ganda.

Ia mengaku terpaksa mencuri karena terdesak kebutuhan. Pekerjaannya yang serabutan tak mencukupi, sedangkan kini istrinya hamil lagi. Untuk setiap motor yang dipetiknya, dijual kembali dengan harga Rp 2 juta.

“Saya keluar dari penjara 2016 lalu, saya sempat puasa (mencuri) selama 17 bulan,” akunya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, yang bersangkutan terancam pidana maksimal tujuh tahun karena melanggar pasal 363 KUHP. 

“Kami imbau pula kepada warga agar melengkapi motor dengan kunci ganda,” papar Kapolres Jepara.  

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Merangkak Naik, Harga Beras di Kudus Tembus Rp 11.500 per Kilogram

Selengkapnya →