Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Hebat, Pohon Pisang Hasil Rekayasa Genetika di Jepara Berbuah Tujuh Tandan



Reporter:    /  @ 11:43:08  /  7 Desember 2017

    Print       Email

Pupon menunjukkan pohon pisangnya yang bertandan tujuh, Kamis (7/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jika biasanya pisang hanya berbuah satu tandan, pohon pisang ambon milik Norsid Pupon (43) memiliki tujuh tandan dengan tujuh jantung. 

Menurut warga Dukuh Bendansari RT 2/2, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan itu, ia pertamakali membeli bibit pisang dari tetangganya, dua tahun lalu. Saat itu ia ditawari bibit pisang yang katanya telah dirakayasa genetikanya.

“Saya beli dulu empat bibit harganya Rp 150 ribu. Kemudian beranak pinak banyak. Setelah berbuah ternyata tandannya ada dua sampai tiga. Baru kali ini tandannya ada tujuh buah,” tuturnya, Kamis (7/12/2017). 

Pada pohon pisang yang berbuah tujuh, ada sekitar 35 sisir buah pisang. Namun, ukuran buahnya tak terlalu besar. Sementara itu disekitarnya, terdapat pohon pisang yang rerata memiliki dua tandan. Adapula yang satu, namun hanya sebatang.

Setelah ditelisik, pada pohon pisang bertandan ganda, rupanya memiliki dua buah tunas sejak masih bibit. 

Pohon bertandan tujuh hasil rekayasa genetika berhasil menggemparkan warga jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Selain memelihara pohon pisang, ia juga menjual bibit-bibit pisang bertandan ganda. Ia mengakui, bibit pisangnya sudah banyak dibeli oleh orang Pecangaan, Bugel, Keling, Kecapi dan Bawu. 

“Kalau bibit yang bagus ya dijual Rp 50 ribu, yang jelek Rp 20-25 ribu. Ini sengaja saya persiapkan bibitnya ditanam dalam polybag. Yah sebagai kegiatan sambilan lah,” ucapnya. 

Pupon mengatakan, selain memiliki pohon pisang bertandan ganda ia juga memiliki berbagai eksperimen terhadap berbagai pohon buah. Hal itu ia lakukan untuk mengisi waktu luangnya sebagai pekerja meubel. 

“Ini lahan milik saya seluas 10×12 meter selain saya tanami pohon pisang, adapula pohon kelengkeng dan sebagainya, yang saya jadikan eksperimen berkebun,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Merangkak Naik, Harga Beras di Kudus Tembus Rp 11.500 per Kilogram

Selengkapnya →