Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Intensitas Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Grobogan Ketar-Ketir



Reporter:    /  @ 19:11:09  /  5 Desember 2017

    Print       Email

Petani bawang merah sedang melangsungkan panen meski kondisi cuaca yang kurang menguntungkan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Masih tingginya curah hujan membuat para petani bawang merah dilanda kecemasan. Soalnya, intensitas hujan yang tinggi akan berdampak pada harga jual hasil panen bawang merah.

Berdasarkan keterangan petani, secara umum, kondisi tanaman bawang merah yang ditanam menjelang akhir tahun ini dinilai cukup bagus. Dari awal hingga menjelang panen, tidak ada serangan hama pada tanaman.

”Kondisi tanaman rata-rata sangat bagus. Serangan hama kali ini masih wajar, tidak seperti beberapa waktu lalu,” kata Sucipto, petani bawang merah di Desa Sugihan, Kecamatan Toroh, Selasa (5/12/2017).

Kekhawatiran petani terjadi ketika memasuki masa panen. Tingginya curah hujan menjadikan tanah sawah menjadi lembek. Kondisi itu berdampak dengan banyaknya tanah yang menempel pada umbi bawang merah
ketika dipanen.

”Hasil panen tidak bisa menarik. Soalnya, umbi bawang merah terlihat kotor karena banyak tanah menempel saat proses pencabutan dari tanah,” katanya.

Kondisi umbi bawang merah yang kotor sebenarnya bisa diatasi dengan penjemuran selama dua sampai tiga hari. Namun, tindakan ini tidak bisa dilakukan karena dalam beberapa minggu terakhir praktis jarang ada cuaca panas.

”Umbi bawang merah yang dipanen sebenarnya maksimal hasilnya. Sayangnya, banyak tanah yang menempel. Dengan kondisi seperti ini, harga jualnya jadi turun jadi Rp 10 ribu per kilonya. Saat belum banyak hujan, harga bawang merah bisa sampai Rp 20 ribu,” cetusnya.

Panen bawang merah idealnya dilakukan pada usia 60 hari. Dengan kondisi cuaca yang banyak hujan, sebagian petani sempat menunda panen hingga usia tanaman mencapai 65-70 hari. Penundaan panen dilakukan karena mereka berharap ada cuaca panas pada saat itu. Namun, cuaca panas ternyata tidak kunjung muncul sehingga petani mau tidak mau harus segera memanen bawang merahnya.

”Panen bawang merah kalau lebih dari 70 hari sudah tidak bagus hasilnya. Jadi, mau tidak mau harus kita panen meski kondisi cuaca banyak hujan,” cetus Susanto, petani di Kecamatan Godong.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Aset Milik Telkomsel Dilelang CIMB Niaga, Pemenang Lelang Layangkan Somasi

Selengkapnya →