Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Tak Ditemukan Kasus Difteri, Dinkes Jepara Tetap Siaga



Reporter:    /  @ 14:02:05  /  5 Desember 2017

    Print       Email

Salah seorang petugas kesehatan melakukan suntik imunisasi, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus Difteri dilaporkan meningkat di 95 Kabupaten/Kota dari 20 Provinsi di Indonesia. Hal ini sesuai dengan data yang dimiliki Kementrian Kesehatan RI. Diantara provinsi yang melaporkan adanya temuan difteri, satu diantaranya adalah Jateng, lalu bagaimana di Kabupaten Jepara?

Hal tersebut MuriaNewsCom, konfirmasikan kepada M. Fakhrudin Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakita Dinas Kesehatan Jepara. Ia menyatakan hingga dengan bulan Desember, belum ada temuan dan laporan warga yang terjangkit Difteri.

“Di Jepara tak ada kasus Difteri, terakhir ada kasus positif difteri pada tahun 2014. Itupun bukan warga asli Jepara. Yang bersangkutan adalah santri asal Surabaya. Nah ketika ia pulang ke daerahnya, dan kembali lagi ke pondok pesantrennya ia sudah terkena difteri,” ujarnya, Selasa (5/12/2017). 

Meskipun demikian, pada tahun 2015 dan tahun 2017, Dinas Kesehatan Jepara sempat menemukan orang yang terduga terserang difteri. Namun setelah dilakukan pemeriksaan intensif yang bersangkutan dinyatakan negatif. 

Terkait meningkatnya kasus difteri di Indonesia. Pihaknya pun tak tinggal diam. Dinkes Jepara memastikan menyiagakan petugas lapangan untuk menemukan atau menerima laporan terkait penyakit tersebut. 

Hal itu karena, meskipun imunisasi terhadap penyakit yang disebabkan kuman Corynebacterium diptheriae itu telah dilakukan, akan tetapi masih muncul celah. Diantaranya warga pendatang dari luar Jepara. 

“Tahun 2015 ada satu terduga begitupula tahun ini (2017) ada satu terduga, warga Mayong. Namun semuanya dinyatakan negatif. Untuk Jepara imunisasi khususnya balita sudah dilakukan dan mencapai tingkat Universal Coverage (capaian keseluruhan). Namun masih dimungkinkan terjadi bilamana ada faktor pendatang dari luar. Atau warga Jepara yang waktu diadakan imunisasi berada di luar daerah,” tuturnya.

Terakhir ia meminta warga Jepara untuk senantiasa waspada dan menjaga kesehatan. Selain menjaga pola hidup sehat, hendaknya memakai masker jika sedang batuk atau berdekatan dengan orang yang sakit. 

“Selain itu lakukanlah imunisasi dengan lengkap termasuk DPT dan DT,” pungkas Fakhrudin.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selengkapnya →