Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Sepekan Polisi dan BNN Sanggongi Pabrik Pil PCC di Solo, Mereka Tunggu Ini Sebelum Gerebek



   /  @ 15:33:20  /  4 Desember 2017

    Print       Email

Polisi menjaga rumah yang digunakan sebagai pabrik pil PCC di Solo setelah digerebek tim gabungan BNNP Jateng dan Polda Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Solo – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Jateng selain menggerebek pabrik pil PCC di Kota Semarang, Minggu (3/12/2017) kemarin juga menggerebek rumah mewah di  Jalan Setia Budi Nomor66, Kampung Cinderejo Lor RT 001 /RW 004, Gilingan, Banjarsari, Solo.

Pabrik pil PCC berkedok rumah kontrakan itu ternyata sudah lima bulan diintai tim dari BNN. Karena pabrik ini juga memproduksi cukup banyak pil terlarang. Dari hasil penggerebekan kemarin, menurut Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso (Buwas), petugas mengamankan tiga juta pil PCC.

Selama setahun berproduksi, pabrik itu menurut Buwas telah memproduksi puluhan juta pil PCC yang diedarkan ke sejumlah daerah di Indonesia.

“Kami melihat dari barang bukti buku catatan produksi pabrik dari Januari-awal Desember telah memproduksi 50 juta pil PCC,” kata Buwas, di lokasi pabrik, Senin (4/12/2017).

Buwas mengatakan kasus ini terbongkar dari hasil pantauan intelijen baik Polresta Solo, Polda Jateng, BNNP Jateng, dan BNN selama lima bulan.

“Memerlukan waktu sekitar 5 bulan untuk menemukan pabriknya. Sebelumnya sudah menemukan beberapa tempat peredaran pil PCC di Kalimantan, termasuk Sulawesi dan Jakarta. Di situ kita dalami asal usul dari mana supply PCC ini. Akhirnya kita temukan pabriknya di Semarang dan Solo ini,” ujarnya.

Ia menyebut, BNN sebenarnya sudah mengetahui lokasi pabrik sepekan lalu. Namun tim gabungan dari BNNP dan kepolisian memilih melakukan pengintaian selama sepekan. Baru setelah pabrik itu beroperasi, tim gabungan langsung bergerak.

“Sebenarnya sudah kita temukan seminggu lalu tempat ini. Tapi kita belum yakin saat itu sedang produksi, karena kita kan butuh bukti. Polisi setempat dengan BNNP Jateng baru kemarin meyakini mereka produksi,” terangnya.

Baca : Pabrik Pil PCC dan Dextro di Semarang Hasilkan Rp 2,7 Miliar Per Bulan

Selain itu, Buwas juga menduga ada keterlibatan oknum yang membackingi pabrik tersebut. BNN masih menelusuri oknum itu dari institusi mana.

“Kami melihat dari barang yang dihasilkan pelaku di pabrik pembuatan pil PCC di Solo omzet mencapai Rp 2,7 miliar,” kata dia.

Selain menggerebek pabrik ini, tim gabungan juga menggeledah dua rumah yang digunakan sebagai gudang di daerah Langenharjo dan Kelurahan Gayam, Sukoharjo. Tim menangkap tujuh orang dari tiga tempat tersebut.

Mereka yakni Wildan, Jaja Isworo, Heri Dwimanto, Maryanto, Susilo, Suwardi dan Abid. Mereka dikendalikan oleh jaringan Sri Anggoro alias Ronggo.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →