Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Penganut Sapta Darma Ditolak Dimakamkan di TPU, Pemkab Brebes Ambil Sikap



   /  @ 13:39:00  /  4 Desember 2017

    Print       Email

Penganut Kepercayaan Sapta Darma, Darto (baju batik) menunjukkan lokasi makam warga Sapta Darma di Dukuh Kalenpandan, Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan,Kabupaten Brebes. (Foto : elasaonline.com)

MuriaNewsCom, Brebes – Pemakaman penghayat kepercayaan Sapta Darma di Kabupaten Brebes masih menjadi permasalahan yang cukup pelik. Warga melarang penghayat Sapta Darma memakamkan keluarganya di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Kasus penolakan terus terjadi, sehingga tak sedikit penghayat kepercayaan ini yang akhirnya memakamkan keluarga mereka di tanah pekarangan.

Catan Pemkab Brebes saat ini ada sekitar 200 orang yang menganut aliran kepercayaan Sapta Darma di Brebes. Mereka tersebar di beberapa kecamatan yakni di Larangan, Tanjung, Losari, dan Kecamatan Brebes.

Pemkab  Brebes mulai mengambil sikap untuk mengatasi masalah ini. Dikutip dari Tribunjateng.com, Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Athoillah, akan menyiapkan lahan pemakaman untuk warga Satpa Darma. Pihaknya akan mengomunikasikan wacana ini dengan pemerintah desa terkait.

“Kami ingin adar desa yang ada penganut kepercayaan disediakan lahan pemakaman. Siapa tahu bisa dicarikan dari tanah bengkok yang tidak terpakai dijadikan pemakaman khusus warga Sapta Darma,” kata Athoillah, Senin (4/12/2017).

Menurutnya, jika pemdes tak bisa memenuhi, pemkab dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) akan menyiapkan lahan. Hanya saja menurut dia, lahan yang dimiliki pemkab lokasinya cukup terpencil, sehingga dikhawatirkan justru akan menimbulkan masalah baru.

“Ada tanah pemkab, tapi lokasinya sangat jauh dari keramaian, di pelosok, misalnya di Maribaya, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu. Nanti malah jadi persoalan baru lagi karena warga Sapta Darma harus menempuh jarak yang jauh untuk memakamkan kerabatnya,” ujarnya.

Pihaknya menginginkan, agar di tiap desa yang ada penganut aliran kepercayaan diberi lahan khusus pemakaman. Sehingga lokasi pemakamanan tidak terpusat di satu titik saja. Sehingga ia berharap pemerintah desa berlapang dada mau menyediakan lahan pemakaman.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →