Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Akses Jalan Tol Batang-Pemalang Diblokir Warga, Ternyata Ini Penyebabnya



   /  @ 11:56:23  /  4 Desember 2017

    Print       Email

Palang kayu dan batu digunakan warga untuk memblokir akses menuju jalan tol Batang-Pemalang. (Antarajateng.com)

MuriaNewsCom, Batang – Akses menuju proyek jalan Tol Batang-Pemalang di Desa Masin, Kabupaten Batang, sejak Minggu (3/12/2017) malam diblokir warga. Bahkan hingga Senin (4/12/2017) pagi, aksi pemblokiran terus meluas.

Aksi pemblokiran ini ini diolakukan warga sejak pukul 20.00 WIB. Penyebabnya, adanya kasus kasus kecelakaan antara sepeda motor bernomor polisi G 5611 CC dengan truk pengangkut tanah H 1365 NW yang diduga milik PT Waskita.

Dikutip dari Antara Jateng, kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor Maulida Arifinai (19), warga Desa Masing, Kecamatan Warungasem, meninggal dunia.

Massa yang sudah sejak lama memendam kekesalan terhadap angkutan truk PT Waskita yang sering ugal-ugalan itu merasa tidak terima dengan adanya kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Warga akhirnya menjungkirbalikan sebuah mobil H 1724 NY milik PT Waskita di proyek pembangunan jalan tol itu dan satu truk pengangkut tanah didorong ke tengah lintasan jalan Desa Masin untuk dirobohkan.

Personel Kepolisian Resor (Polres) Batang yang datang ke lokasi kejadian, tidak mampu mencegah aksi massa itu sehingga akses jalan itu ditutup.

Akibat pemblokiran akses jalur Tol Batang-Pemalang maka truk pengangkut tanah untuk pengurukan proyek tol berhenti total karena jalan dipenuhi dengan bebatuan dan palangan yang terbuat dari kayu.

Kakak korban, Rofik mengatakan kasus kecelakaan itu berawal saat sebuah truk H 1365 NW memotong jalur lintasan Masin-Pekalongan menuju jalan tol.

Saat itu, kata dia, truk pengangkut tanah tidak kuat menanjak sehingga truk mundur. Akan tetapi saat bersamaan muncul sepeda motor yang dikendarai oleh Maulida sehingga truk menabrak korban hingga masuk ke kolong truk.

“Massa yang sudah lama memendam rasa kesal akhirnya merobohkan sebuah mobil di jalur tol yang berada di dekat permukiman Desa Masin. Adapun truk berusaha dirobohkan tetapi tidak berhasil. Kami merasa jengkel karena sopir truk juga melarikan diri,” katanya.

Sementara korban meninggal akibat ditabrak truk itu, Senin pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Masin. Ratusan warga dan Kepala Kepolisian Resor Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga dan jajarannya tampak ikut menghadiri proses pemakaman korban di TPU setempat.

Kepala Desa Masin Sugianto mengatakan, pemerintah desa tidak mampu mencegah atau menghentikan aksi massa yang melakukan pemblokiran jalan itu. Massa, kata dia, hanya menuntut PT Waskita bertanggung jawab terhadap kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Selain, itu, massa juga menuntut perbaikan jalan yang rusak dan penerangan jalan pada akses lintasan jalan menuju Tol Batang-Pemalang di Desa Masin,” ujarnya.

Ia mengatakan warga Desa Masin menuntut juga PT Waskita menghentikan aktivitasnya selama satu pekan sebagai bentuk ikut berkabung atas meninggalnya warga Desa Masin itu.

“Oleh karena, kami berharap PT Waskita mengabulkan tuntutan warga itu agar kasus ini bisa secepatnya selesai. Silakan, PT waskita meneruskan aktivitas pembangunan jalan tol di wilayah lain, kecuali akses jalan di Desa Masin,” katanya.

Kepala Polres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan Polres berusaha mempertemukan warga Desa Masin dengan pihak PT Waskita yang akan dilaksanakan di Balai Desa Masin.

“Kami akan membantu fasilitas pertemuan warga dengan PT waskita. Akan tetapi, saat ini yang paling penting, kami akan mendahulukan kepentingan keluarga korban,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Letkol Andri Serahkan “Mahkota” Kepemimpinan Kodim 0718/Pati untuk Letkol Arief

Selengkapnya →