Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Peringati Hari AIDS, Mahasiswa Tebar Seribu Bunga di Pati



Reporter:    /  @ 11:12:58  /  4 Desember 2017

    Print       Email

Salah satu mahasiswa KMPP membagikan bunga untuk memperingati Hari AIDS sedunia di Alun-alun Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati selalu masuk jajaran tiga besar yang menjadi daerah dengan penderita HIV/AIDS terbesar di Jawa Tengah. Hal itu yang mengundang keprihatinan Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Pati (KMPP) Semarang.

Mereka menebar seribu bunga yang dibagikan di kawasan Alun-alun Pati untuk memperingati Hari AIDS sedunia. “Kami prihatin karena temuan dan penyebaran HIV/AIDS di Pati sangat tinggi,” ujar Ketua KMPP Semarang, Agus Kurniawan, Senin (4/12/2017).

Aksi tebar seribu bunga diakui sebatas upaya seremonial untuk memperingati Hari AIDS. Namun, aksi itu menjadi bermakna ketika penerima bunga juga diberi pemahaman tentang sejumlah gaya hidup yang mendekatkan diri pada penularan HIV/AIDS.

“Kita juga berikan pemahaman kepada penerima bunga untuk menghindari gaya hidup yang berpotensi terkena HIV/AIDS. Misalnya saja seks bebas,” ucap Agus.

Tak hanya itu, imbauan untuk tidak menjauhi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) diserukan. Mereka menyarankan untuk menghindari penyakitnya, bukan orangnya.

Bupati Pati Haryanto yang mengikuti agenda tersebut mengatakan, temuan HIV/AIDS di Pati mengindikasikan keberhasilan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan instansi terkait dalam mengidentifikasi penderita HIV/AIDS.

Menurutnya, daerah dengan temuan HIV/AIDS yang sedikit belum tentu bebas HIV/AIDS. Jika tidak terdeteksi, kondisi itu justru dinilai sangat mengawatirkan karena bersifat laten dan tersembunyi.

Karena itu, dia mengapresiasi mahasiswa yang sudah ikut memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat akan lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas yang berisiko terpapar HIV/AIDS.

Seusai menebar seribu bunga, mereka ikut menandatangani statement bersama untuk stop memberikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Mereka juga akan menyetop HIV/AIDS dengan perilaku hidup sehat dan menghindari aktivitas yang berisiko HIV/AIDS.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →