Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Pabrik Pil PCC dan Dextro di Semarang Hasilkan Rp 2,7 Miliar Per Bulan



   /  @ 10:30:31  /  4 Desember 2017

    Print       Email

Mesin yang digunakan untuk memroduksi pil PCC di sebuah rumah di Jalan Halmahera, Semarang, yang digerebek BNN. (istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BBN) dan Polda Jawa Tengah, menggerebek pabrik pembuat pil Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di Jalan Halmahera Nomor 27, Karangtempel, Semarang Timur, Kota Semarang, Minggu (3/12/2017). Pabrik yang berada di dalam rumah mewah ini mampu memproduksi 9 juta butir per hari.

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso (Buwas) dalam jumpa pers di lokasi penggerebekan, Senin (4/12/2017) menyebut, selain memproduksi pil PCC pabrik itu juga memproduksi pil dextro. Pihaknya telah mengamankan jutaan butir pil siap edar.

“Sudah diamankan 13 juta butir. Per hari produksinya mencapai 9 juta butir pil. Sudah 11 tersangka diamankan,” katanya.

Joni, dalang atau pemilik pabrik itu diperkirakan mampu mengantongi keuntungan sampai miliaran rupiah dalam penjualan pil ilegal tersebut.

“Pendapatanya mencapai Rp 2,7 miliar per bulan. Ini tidak mungkin jika hanya per orangan, sudah ada penerima dan sudah ada agennya di daerah-daerah,” ujar Buwas.

Ia menegaskan akan melakukan pengembangan lebih lanjut karena selain barang bukti pil pihaknya juga mendapatkan catatan agen-agen penerima lengkap dengan besaran pesanan yang diminta.

“Ini ada yang namanya Aril, ada yang sudah haji juga ni namanya, pesab 20 dus padahal satu dus ada 20 ribu butir bayangkan masak mau dimakan sendiri,” jelas Buwas.

 

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso menunjukkan pil PCC yang telah diproduksi. (Foto : detik.com)

Saat diamankan, tersangka Joni juga menyimpan satu pucuk pistol. Meski pistol itu berisi peluru karet, namun menurut Buwas, sangat bisa diubah menggunakan peluru tajam.

Kepemilikan senjata ini juga akan ditelusuri Polda Jateng. Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, pihaknya akan menelusuri izin pistol tersebut. “Soal pistol, kami akan menelusuri ke pihak-pihak terkait,” kata Irjen Pol Condro.

Baca : Sepekan Polisi dan BNN Sanggongi Pabrik Pil PCC di Solo, Mereka Tunggu Ini Sebelum Gerebek

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Irwanto mengatakan, pil ini diproduksi untuk dikirim dan diedarkan di Kalimantan Tengah. Di Semarang ada dua lokasi, di Halmahera untuk pabrik, dan di Jalan Medoho Raya sebagai gudang.

Sementara 11 orang yang diamankan terdiri dari, 8 orang karyawan yang diamankan di TKP Jalan Halmahera, dan 2 orang karyawan diamankan di TKP gudang di Jalan Medoho Raya. Sedangkan satu orang bernama Joni yang diduga sebagai pemiliknya.

“Pengungkapan ini berkaitan pengembangan di Tasikmalaya dengan tersangka bernama Ronggo dari Tasikmalaya,” tambahnya.

Dari penyelidikan sementara petugas, pil tersebut diedarkan di wilayah luar Jawa, seperti Kalimantan dan Sumatera melalui jasa paket. Hingga saat ini petugas gabungan BNN dan Polda Jawa Tengah masih menyelidiki terkait kasus ini.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selengkapnya →