Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Motif Batik Khas Grobogan Perlu Dipatenkan, Ini Alasannya



Reporter:    /  @ 16:17:17  /  2 Desember 2017

    Print       Email

Sejumlah motif batik khas Grobogan dalam lomba desain batik di ruang rapat wakil bupati Grobogan, Sabtu (2/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Pradana Setyawan menegaskan, untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, motif batik Grobogan yang ada saat ini perlu dipatenkan.

Hal itu perlu dilakukan agar ada legitimasi yang kuat terhadap motif batik tersebut, sehingga tidak bisa sembarangan dipalsukan orang. Selain itu, upaya mematenkan itu juga sebagai penghargaan terhadap mereka yang sudah bersusah payah menciptakan motif tersebut.

“Saya rasa upaya untuk mematenkan motif ini perlu segera dilakukan. Hal ini nantinya bisa melindungi keberadaan kerajinan batik Grobogan,” ujar Pradana saat menyaksikan penilaian lomba desain batik khas Grobogan di ruang rapat wakil bupati, Sabtu (2/12/2017).

Dalam lomba tersebut, ada 36 peserta yang ambil bagian. Tiap peserta menuangkan desain pada selembar kertas berukuran A3.

Motif yang ditampilkan diutamakan yang mengangkat potensi di Kabupaten Grobogan. Seperti potensi dari komoditas pertanian dan buah-buahan.

“Desain yang disertakan dalam lomba ini saya nilai bagus-bagus. Kalau nantinya dituangkan dalam kain pasti hasilnya sangat menarik,” jelas pejabat yang akrab dipanggil Danis itu.

Menurutnya, saat ini usaha kerajinan batik di Grobogan sudah berkembang pesat. Di mana, saat ini sudah ada sekitar 40 kelompok usaha bersama (KUB) kerajinan batik. KUB yang tersebar di beberapa kecamatan itu mampu menyerap cukup banyak tenaga kerja.

“Perkembangan kerajinan batik sampai saat ini memang cukup bagus. Dan yang menggembirakan, batik Grobogan ini kualitasnya tidak kalah dengan batik dari luar daerah,” ujarnya.

Danis menjelaskan, pada awalnya, kerajinan batik ini hanya ada di wilayah Kecamatan Purwodadi. Namun, saat ini di beberapa kecamatan yang cukup jauh dari kota juga terdapat pengrajin batik. Antara lain, Kecamatan Kradenan, Pulokulon, Tawangharjo, Geyer, Gabus, Tanggungharjo, Tegowanu, dan Gubug.

Secara umum, proses pembuatan batik di Grobogan tidak jauh berbeda dengan daerah lain. Hanya saja, ada ciri khas tersendiri yang terdapat pada batik Grobogan. Yakni, coraknya lebih banyak menggambarkan kekayaan pertanian dengan kombinasi warna yang cerah. Misalnya, batik dengan motif jagung, padi dan hasil pertanian lainnya.

“Corak batik kita memang lebih banyak mencerminkan karakter Grobogan sebagai daerah pertanian. Hal inilah barangkali yang membedakan dengan batik lainnya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →