Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Nenek di Kota Lama Semarang Tewas Tertimpa Bangunan Peninggalan Belanda



   /  @ 12:58:43  /  2 Desember 2017

    Print       Email

Reruntuhan tembok gedung Syahbandar yang roboh menimpa rumah semi permanen di kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (2/12/2017). (Foto: detik.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Bangunan kuno peninggalan Belanda di kawasan Kota Lama, Jalan Sleko, Bandarharjo, Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (2/12/2017) roboh. Tembok yang roboh itu menimpa tiga rumah semi permanen yang ada di sekitarnya.

Tragisnya, di dalam rumah itu ada seorang nenek yang tak sempat menyelematkan diri. Nenek tersebut bernama Suparti (60), yang tewas tertimpa reruntuhan. Rumah Suparti juga rata dengan tanah.

Bangunan yang roboh merupakan tembok menara syahbandar yang dulunya digunakan untuk mengawasi kapal dagang. Saksi mata, Sunaryo (55) menyebut, tembok itu roboh sekitar pukul 04.30 WIB. “Ada suara keras, waktu dicek ternyata sudah menimpa rumah Bu Suparti,” katanya.

Sementara Sarman, tetangga korban menyebut, sebelumnya Suparti sudah diperingatkan warga untuk meninggalkan rumah tersebut.

Pasalnya, sejak beberapa hari lalu,  sudah ada serpihan-serpihan tembok yang mulai rontok dan memang ada tulisan peringatan. “Sebenarnya sudah diperingatkan. Yang lainnya sudah keluar dari rumah,” ujarnya.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Andis Arfan Tofani membenarkan, peristiwa itu. Menurut dia, tembok gedung Syahbandar tersebut telah berusia tua dan lapuk.”Kondisinya sangat berbahaya kalau tinggal berdekatan dengan bangunan yang sudah tua ini,” terangnya.

Menurut dia, keluarga korban sudah menerima musibah itu dan akan langsung memakamkan jenazah korban. “Keluarga korban menerima sebagai musibah dan menolak untuk dibawa ke rumah sakit,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →