MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kemenkominfo dan DPR RI Ajak Warga Pati Manfaatkan e-Commerce untuk Bisnis

274
Anggota DPR RI Evita Nursanty saat menjadi narasumber diskusi publik “Pemanfaatan Teknologi untuk Bisnis Startup” di Hotel Safin Pati, Jumat (1/12/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Kemenkominfo RI dan Anggota DPR Evita Nursanty menggelar diskusi publik bertajuk “Memaksimalkan Teknologi untuk Bisnis Startup” di The Safin Hotel Pati, Jumat (1/12/2017).

Diskusi publik yang diikuti lebih dari 500 pemuda dari berbagai organisasi di Pati tersebut dihelat untuk menyosialisasikan Redesain Universal Service Obligation (USO). Dalam paparannya, Evita mengajak warga Jawa Tengah, terutama Pati untuk menyambut era e-commerce sebagai sarana untuk berwirausaha.

“Dunia usaha kecil dan menengah (UKM) di Jawa Tengah mencapai 4,2 juta, termasuk di Pati. Karena itu, saya minta warga Pati bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan bisnis yang digeluti,” ujar Evita.

Saat ini, sambung Evita, ada banyak program yang dipersiapkan pemerintah dalam pengembangan UKM yang memanfaatkan teknologi internet. Salah satunya, program UMKM Go Online, 1.000 Startup Digital, Satu Juta Nama Domain, Sejuta Petani dan Nelayan Go Digital, serta program berbasis teknologi lainnya.

Program tersebut yang menurut Evita harus disambut dan dimanfaatkan dengan baik. Terlebih, Kabupaten Pati dinilai memiliki banyak potensi ekonomi berbasis internet seperti batik khas Pati.

“Pati punya banyak potensi. Batik khas Pati itu bisa dipromosikan dan dijual melalui e-commerce. Batik Pati itu keren sekali, bisa dikenalkan dan dijual kepada pembeli online supaya dikenal dunia,” papar Evita.

Sementara itu, Direktur Umum BP3TI Kemenkominfo Fadhilah Mathar menjelaskan, pemerintah saat ini sedang menggalakkan program Merajut Beranda Nusantara melalui Teknologi Informasi. Sebab, tujuh dari delapan orang terkaya di dunia dikuasai orang-orang yang berbasis teknologi.

Artinya, orang-orang berpengaruh di dunia tidak lepas dari teknologi. Karena itu, dia juga mengajak warga Pati agar bisa memanfaatkan era digital untuk kesejahteraan.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menambahkan, Pati saat ini sudah mulai menggerakkan sektor ekonomi dengan pemanfaatan teknologi digital. Pasalnya, e-commerce menjadi bagian dari program Noto Projo Mbangun Deso yang dicanangkan Pemkab Pati.

“Pemkab fokus dalam program pengentasan kemiskinan dan pengangguran melalui sektor ekonomi. Itu bisa didukung dengan pemanfaatan teknologi. Karena itu, saya berterima kasih kepada Kemenkominfo dan DPR RI yang sudah memilih Pati untuk menyosialisasikan redesain USO sebagai upaya memaksimalkan teknologi dalam bisnis,” pungkas Arifin.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Ruangan komen telah ditutup.