MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kapal Tongkang Angeline Kandas di Pantai Pungkruk Jepara

354
Kapal Tongkang Angeline dan Tug Boat Michelle kandas di Pantai Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo menjadi tontonan warga sekitar, Jumat (1/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Cuaca buruk yang melanda Laut Jawa menyebabkan sebuah tongkang Angeline 219-06 dan tug boat (kapal penarik) Michelle 219-06 terdampar di Pantai Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Jumat (1/12/2017). 

Menurut nahkoda tug boat, Iryanto kapal tongkang yang ditariknya itu hendak menuju Samarinda dari Cirebon. Saat itu tongkang tengah dalam kondisi kosong tidak memuat batu bara.

“Kami berangkat sekitar hari Rabu (29/11/2017). Namun kemudian pada hari Kamis (30/11/2017) kami mengalami masalah saat akan memotong tali yang menyangkut pada kipas mesin kapal. Nah karena itu kami mencari tempat berlindung untuk memperbaiki kapal di Pantai Beringin, Kecamatan Keling,” katanya.

Setelah tali yang membelit kipas mesin kapal berhasil diatasi, sebenarnya kapal sudah bisa berlayar. Namun kemudian ada masalah pada mesin, sehingga nahkoda meminta untuk dapat memperbaiki kapal. Kemudian disarankan untuk menuju Pulau Panjang. 

Setelah diteliti ternyata kerusakan berada pada kemudi kapal. Setelah diperbaiki, kapal pun bisa berlayar. Hanya saja ini tak berlangsung lama, kapal terombang-ambing di laut setelah dihantam ombak besar.

“Pada hari Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB, ada gelombang besar setinggi 4 meter dan angin mencapai 30 knot. Prioritas kami menyelamatkan tongkang ke pinggir. Lalu pada pukul 05.00 WIB (Jumat) ketika tongkang berhasil dipinggirkan, mesin tug boat kami mati, dan terdampar,” ujarnya.

Tongkang kemudian berhasil ditepikan. Sedangkan tug boat masih berada agak di tengah. 

“Pada saat keadaan kapal (tug boat) mati mesin, kami kemudian memutuskan untuk mengumpulkan para kru untuk kemudian melakukan evakuasi. Karena menurut kami, ombak akan semakin besar di siang hari,” ujarnya.

Setelah kapal mati, pihaknya pun berusaha meminta pertolongan pada Syahbandar. Kode ”Mayday” pun telah dilakukan agar awak kru dapat diselamatkan. 

Alhamdulillah, kesembilan kru termasuk saya (nahkoda) berhasil keluar dari kapal dan menyelamatkan diri ke daratan,” urainya.

Saat berita ini diunggahkan, posisi tongkang berada dekat dengan Pantai Pungkruk. Hal itu praktis menarik perhatian warga masyarakat yang ada di sekitar untuk melihat tongkang yang kandas tersebut.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Ruangan komen telah ditutup.