Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Ganjar Ngontel Sepeda dari Semarang ke Demak Hanya untuk Bersihkan Rumput



   /  @ 13:58:09  /  1 Desember 2017

    Print       Email

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut membersihkan rumput di pinggiran sungai menggunakan sabit. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Demak – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jumat (1/12/2017) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, sudah keluar dari rumah dinas gubernur di Puri Gedeh, Semarang. Ia keluar tak naik mobil, melainkan gowes sepeda.

Orang yang melihat pasti mengira Ganjar hanya sedang olahraga di hari libur. Ternyata, Ganjar ngontel sepeda sampai ke Demak. Jarak sejauh 37 kilometer ia tempuh dengan sepeda, hanya untuk ikut kerja bakti membersihkan sungai dan saluran air.

Dari Semarang Ganjar menuju Kodim Demak, di mana lokasi awal kerja bakti dilakukan. Di lokasi, sudah menunggu Bupati Demak M Natsir dan ratusan pedagang kaki lima.

Kerja bakti bersih sungai itu merupakan gagasan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Demak dan Asosiasi UMKM Demak. 

Kerja bakti dimulai saat itu juga dengan menyisir sampah, rumput, dan eceng gondok di sepanjang Sungai Tuntang. Puluhan anggota TNI dari Kodim Demak turut membantu.

“Saya dapat undangan via WA (WhatsApp) dari APKLI. Saya pikir ini bagus karena momennya sedang musim hujan jadi tepat kalau bersih sungai. Karena tidak terlalu jauh ya sekalian saja sepedaan,” kata Ganjar.

Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan, seluruh masyarakat harus turut mengantisipasi bencana banjir . Menurutnya, kepedulian warga Jawa Tengah sudah cukup bagus. Meski kadang manusia tidak bisa mencegah datangnya bencana karena kekuatan alam.

“Siklon Tropis Cempaka sudah mengakibatkan banjir dan longsor di Klaten dan WOnogiri. Dua daerah itu sudah ditetapkan status darurat bencana, kita sudah back up full dari BPBD Jateng dan kabupaten kota untuk logistik,” katanya.

Selain itu, Pemprov Jateng melalui BPBD Jateng sudah mengkoordinasikan seluruh kekuatan untuk mengantisipasi bencana yang akan datang. Konsolidasi BPBD, relawan bencana, SAR, dan Palang Merah Indonesia sudah dilakukan.

“Manajemen penanganan bencana kita sudah bagus. Ketika ada satu daerah terkena, kabupaten tetangganya langsung bergerak membantu, jadi tidak perlu menunggu dari pusat,” paparnya. 

Sementara Bupati Demak, M Natsir menuturkan, pihaknya sudah melakikan antisipasi bencana secara menyeluruh di Kabupaten Demak. “Hujan kan cuma pemicu, bukan satu-satunya penyebab banjir, kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarang juga bisa sebabkan banjir. Jadi, kesadaran menjaga lingkungan juga harus ditingkatkan,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →