Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Jual Pupuk Palsu, Janda Cantik Beranak Satu di Rembang Ditangkap Polisi



   /  @ 08:11:45  /  1 Desember 2017

    Print       Email

Siti Muayanah (39) warga RT 1/RW 1 Desa Kasreman, Kecamatan Kota Rembang saat dimintai keterangan oleh petugas. (TRIBRATANEWS REMBANG)

MuriaNewsCom, Rembang – Siti Muayanah (39) warga RT 1/RW 1 Desa Kasreman, Kecamatan Kota Rembang diringkus pihak kepolisian. Janda beranak satu ini kedapatan menjual pupuk palsu merk eSPlus-36 yang menyerupai pupuk bersubsidi Pemerintah jenis SP-36.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP  Ibnu Suka melalui Kepala Unit II Polres Rembang, Iptu Sukarno menyebutkan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan dari Kepala Seksi Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Ikha Himawan Affandi.

Baca: Ngebut Hindari Hujan Deras, 2 Siswa SMKN 1 Kalinyamatan Jepara Tewas Tabrak Pembatas Jalan

Pelaku diketahui menjual pupuk palsu tersebut di UD Lela Zeeva. Pupuk dijual seharga Rp 105 ribu, sama dengan pupuk SP 36 bersubsidi dari pemerintah. Secara fisik, pupuk berwarna abu-abu dan apabila dipecahkan pada bagian dalam berwarna putih. Jika dicium tidak menimbulkan bau pupuk.

”Kami menetapkan status tersangka pada September 2017 yang lalu. Namun, kami tidak melakukan penahanan karena pertimbangan dia janda anak satu yang harus mengasuh anaknya. Kami kan repot juga kalau seperti ini. Tapi Selasa (28/11/2017) kemarin, sudah kami limpahkan tahap 2 ke JPU untuk diproses,” ungkapnya seperti dikutip Tribratanewsrembang.

Baca: Tak Diberi Uang, Anak di Getassrabi Kudus Tega Pacul Kepala Ibunya Hingga Tewas

Adapun barang bukti yang disita di antaranya 14 sak pupuk yang diduga tiruan, dan beberapa dokumen penjualan, serta surat ijin berupa SIUP HO atas nama tersangka yang dikeluarkan Dinas Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang.

Atas perbuatan melanggar hukum, tersangka dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) Juncto Pasal 8 ayat (1) huruf e undang-undang republik indonesia nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 2 miliar.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →