Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Kejati  >  Artikel ini

Bupati Jepara Menang Praperadilan Penetapan Tersangka Banpol



   /  @ 09:04:58  /  14 November 2017

    Print       Email

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, menang gugatan praperadilan penetapan tersangka oleh Kejati Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi kembali lolos dalam jeratan kasus korupsi bantuan keuangan patai politik (banpol) untuk PPP. Hakim tunggal Lasito, dalam sidang di PN Semarang, Senin (13/11/2017) mengabulkan gugatan praperadilan Marzuqi terhadap Kejati Jateng atas penetapan tersangka dalam kasus banpol itu.

Hakim menyebut, penetapan tersangka terhadap Marzuqi tidak sah, karena tidak memenuhi minimal dua alat bukti.

“Menerima permohonan pemohon. Menyatakan surat perintah penyidikan atas nama termohon sebagai tersangka tidak sah,” katanya dikutip dari Antara Jateng.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan bukti permulaan yang digunakan termohon untuk menetapkan pemohon sebagai tersangka tidak mencukupi.

Achmad Marzuki pernah ditetapkan sebagai tersangka pada 2016 dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan bagi PPP Kabupaten Jepara pada 2011-2012. Pada saat itu, penyidik menyampaikan dua alat bukti permulaan, yakni keterangan sejumlah saksi dan bukti surat.

Hakim Lasito menyatakan dua bukti tersebut belum memenuhi alat bukti yang cukup untuk menyatakan pemohon sebagai tersangka. “Saksi dan bukti surat yang disampaikan termohon tersebut belum bisa menggambarkan perbuatan pidana yang dilakukan pemohon,” ujarnya.

Kejaksaan Tinggi juga pernah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena dinilai kurang bukti. Namun SP3 itu kemudian digugat praperadilan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dan gugatan dikabulkan.

Dalam putusannya, PN Semarang membatalkan SP3 dan memerintahkan penyidik untuk kembali mendalami alat bukti untuk penetapan kembali Achmad Marzuki sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Dalam putusan itu, juga dijelaskan tentang putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang atas terpidana dalam kasus itu yang sudah diadili bisa digunakan sebagai alat bukti.

Namun, Hakim Lasito menyatakan hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti untuk kembali menjerat Marzuki. Atas putusan tersebut, kuasa hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kusri, menyatakan menghormati putusan pengadilan itu. “Kami akan dalami dahulu putusan pengadilan ini,” katanya.

Menurut dia, dalam sejumlah bukti yang digunakan untuk menjerat Achmad Marzuqi sebenarnya sudah dijelaskan tentang peran bupati Jepara tersebut. “Alat bukti sebenarnya sudah cukup. Saksi yang diperiksa menyatakan ada perintah dari Achmad Marzuqi,” terangnya.

Sementara Kuasa hukum Ahmad Marzuqi, Moch Chayat, mengatakan, gugatan kliennya memang harus dikabulkan oleh majelis hakim. Menurutnya, pertimbangan hakim yang menyatakan alat bukti yang digunakan untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka tidak sah sudah tepat.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Selengkapnya →