Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Kakek Ini Juarai Lari Internasional di Chile, Setiap Harinya jadi Tukang Becak di Salatiga



   /  @ 14:57:07  /  10 November 2017

    Print       Email

Kakek atlet lari Darmiyanto asal Salatiga memperlihatkan medali yang diraihnya di Chile. Foto: Dok Manajer Tim Indonesia

MuriaNewsCom, Salatiga – Darmiyanto (82), atau Mbah Dar, warga Dusun Ngemplak Tugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, mampu membuat negeri ini bangga.

Betapa tidak, di usianya yang tak muda lagi, Mbah Dar masih bisa memberikan prestasi bagus untuk bangsa ini. Mbah Dar yang sehari-hari jadi pengayuh becak di Salatiga, meraih medali perunggu dalam kompetisi lari internasional di Chile.

Nama kompetisinya adalah Sudamericano Master de Atletismo 2017 di Santiago, Chile. Mbah Dar mendapat juara pada 8 November 2017 lalu.

Raihan pretasinya itu disampaikan oleh Manajer Tim Indonesia di kejuaraan tersebut, Musashi Nainggolan. Kakek 5 putra dan 10 cucu ini menyabet  medali perunggu dalam lari sejauh 10.000 meter, M80.

“Dalam lari 10.000 M80 ini, Pak Darminto meraih medali perunggu,” kata Musashi.

 

Deretan nama atlet tampak nama Darmiyanto (82), atau Mbah Dar, warga Dusun Ngemplak Tugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. (ISTIMEWA)

 

Pada Sudamericano Master de Atletismo 2017 di Santiago, Chile, tercatat ada 21 negara yang ambil bagian. Di antara negara itu adalah Meksiko, Kosta Rika, Ekuador, Australia, Panama, Itali, Brasil, Kolombia, Argentina, Peru, Paraguay, Chile.

Indonesia mengirimkan 6 orang atlet yang tergabung pada Persatuan Atlet Master Indonesia (PAMI). Selain Darmiyanto, ada juga Hartini Joko, Suwandi, Ockben Saor Sinaga dan Julia Jacob.

Untuk Suwandi raih dua medali emas (100 m dan lompat jauh), Hartini Joko satu perunggu (lempar cakram W80) dan Darminto (Darmiyanto) dapat perunggu.

Dari sejumlah sumber, Mbah Dar adalah atlet sarat prestasi. Dari mulai lomba lari nomor lari jarak pendek, menengah 5.000 meter hingga 10.000 meter dan lari marathon pernah diikuti Mbah Dar.

Sejumlah negara telah didatangi untuk ambil bagian lomba atletik. Itu dilakukannya sedari muda hingga kelas pelari veteran. Sejumlah negara itu ada Malaysia, Singapura, dan 2016 di Australia.

Di rumahnya terpajang total 9 piala dan 171 medali dari berbagai lomba lari yang ia ikuti. Saat tak lari, dia mengayuh becak. Setiap harinya mangkal di jalan Pemotongan dan Jalan Jenderal Sudirman Salatiga.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Selengkapnya →