Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Modernisasi Tak Terbendung, Sanggar Dewi Arimbi Pati Kampanyekan Budaya Tradisional



Reporter:    /  @ 19:45:35  /  31 Oktober 2017

    Print       Email

Salah satu pementasan seni dalam pembukaan Sanggar Dewi Arimbi di Pundenrejo, Tayu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sanggar Dewi Arimbi yang baru saja dilaunching di Pundenrejo, Tayu mulai mengkampanyekan seni dan budaya tradisional di tengah gempuran modernisasi yang tidak terbendung.

Pemilik Sanggar Dewi Arimbi, Novie Iskandar mengaku prihatin kebudayaan tradisional mulai tergeser dengan modernisasi yang menyebar ke berbagai lini kehidupan tanpa filter.

Dia khawatir, kemajuan modernisasi yang tidak dibarengi dengan akomodasi kearifan lokal akan membawa petaka bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, sanggar seni dan budaya yang ia kelola siap mengkampanyekan kebudayaan tradisional.

“Tidak muluk-muluk, kami hanya ingin agar seni dan budaya di Pati terus berjalan di tengah arus modernisasi yang terus berkembang ke segala lini kehidupan,” ujar Novie, Selasa (31/10/2017).

Salah satu upaya yang ia lakukan, antara lain menampung kreativitas seni dan budaya untuk anak-anak tidak mampu. Menurutnya, setiap anak punya bakat di bidang kesenian.

Tapi, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan seni. Hal itu yang menjadi alasan Novi untuk mendirikan Sanggar Dewi Arimbi.

“Kami ingin menampung kreativitas seni dan budaya anak-anak, terutama yang tidak mampu tapi punya bakat yang tinggi. Mereka hanya membayar Rp 2 ribu setiap kali datang sebagai donasi saja,” papar Novie.

Pembukaan Sanggar Dewi Arimbi sendiri melibatkan banyak pihak, terurama seniman dan masyarakat. Tari Pencak Silat dan Campursari ditampilkan untuk menghibur masyarakat.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →