Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pertanyakan Dana Desa, Belasan Warga Geruduk Balai Desa Suwaduk Pati



Reporter:    /  @ 16:21:09  /  31 Oktober 2017

    Print       Email

Belasan warga mendatangi Balai Desa Suwaduk untuk mempertanyakan penggunaan dana desa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Belasan warga Desa Suwaduk, Kecamatan Wedarijaksa menggeruduk Balai Desa setempat, Selasa (31/10/2017). Mereka mempertanyakan penggunaan dana desa yang terkesan amburadul sejak pencairan tahap pertama tahun 2017.

Sejumlah warga yang hadir mengenakan kaos seragam berwarna kuning bertuliskan penggunaan dana desa, seperti drainase kulon kretek 8.937.000, aspal dalan kebo 53.448.000, TPK: 453 juta.

Bahkan, ada kaos bertuliskan “Aspal kulon masjid 53.448.000 endi?” Melalui kaos yang dipakai, warga juga menuliskan agar warga Suwaduk tidak menjadi tumbal.

Salah satu warga, Sunarto mengatakan, dana desa Suwaduk tahap pertama sampai sekarang belum terealisasi semua. Karena itu, mereka bersama warga lainnya datang untuk mempertanyakan penggunaan dana desa.

“Biar jelas, arahnya kemana dana desa dari pemerintah pusat itu. Biar tidak terjadi korup,” jelas Sunarto.

Menurut dia, penggunaan dana desa Suwaduk masih terbengkali. Bahkan, material berupa koral maupun batu-batu dan aspal disebut tidak ada.

“Ada kecurigaan penyelewengan, soalnya dana desa sudah dicairkan dari bendahara desa, dari penanggung jawab belum dilaksanakan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, kepala desa setempat, Sudarsono mengaku tidak ada masalah dengan penggunaan dana desa. Namun, dia mengaku bila ada kendala teknis.

Saat ini, masih ada empat titik pengerjaan yang masih belum terlaksana. Tapi, dia memastikan jika pengerjaan akan rampung sebelum tahun anggaran selesai.

“Saya suka warga yang kritis, karena bisa memberikan kontrol dan masukan. Dengan begitu, ada semacam perhatian sehingga pelaksanaan dana desa bisa berjalan dengan baik,” ujar Sudarsono.

Sementara itu, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Rodli KY menambahkan, pengerjaan proyek dana desa memang sempat tersendat dengan hari raya, suronan, termasuk berbagai kegiatan lainnya yang padat.

Namun, ia memastikan bila bahan material untuk pengerjaan proyek sudah dipesan dan dilakukan pembiayaan. “Dua sampai tiga hari nanti akan datang, kita akan selesaikan sebelum tahun anggaran habis,” tuturnya.

Sementara sisa waktu batas pengerjaan proyek akan dikebut lebih cepat dengan kualitas terbaik. Dia juga akan segera menggelar rapat TPK untuk segera menyelesaikan pengerjaan dana desa dengan baik.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →