MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping
Banner Kuping Kanan

Belasan PSK Ketangkap di Pasar Ayam Kebumen

80
Polisi memberikan pembinaan kepada para PSK di Mapolres Kebumen. (Humas Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Operasi Penyakit Masyarakat “Pekat” gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, menyasar Pasar Ayam Tamanwinangun Kebumen.

Personel gabungan yang meliputi PJU Polres Kebumen, para polwan, personel Intel, Reskrim dan Sat Sabhara menggrebek praktik prostitusi ilegal di kawasan Pasar Ayam.

Dari penggrebekan yang digelar pada pukul 20.00 hingga 21.30 WIB itu, Polres Kebumen mengamankan tiga mucikari dan dua belas PSK.

Tiga mucikari yang diamankan masing masing berinisial SM (56), SL (47), SR (46). Ketiganya merupakan ibu rumah tangga warga Desa Tamanwinangun Kebumen.

Dijelaskan Titi, penggrebekan ini digelar menyusul adanya laporan masyarakat yang merasa resah.

“Razia ini berdasarkan laporan masyarakat. Kita tindak lanjuti laporan itu. Ternyata benar, kita dapatkan belasan PSK dan tiga mucikari dalam operasi itu,” kata Titi.

Dari operasi ini, Polres Kebumen berharap, Pasar Ayam tersebut dapat dikembalikan fungsi asalnya. “Ini, kan  aslinya Pasar Ayam. Namun jika dalam posisi tidak beroprasi saat pasaran, digunakan untuk prostitusi terselubung. Semoga dengan adanya razia ini dapat dikembalikan ke fungsi asalnya,” tambahnya.

Kepada para mucikari, mereka diancam dengan pasal 296 KUH Pidana, dengan ancaman maksimal 1 tahun 4 bulan kurungan. Sedangkan kepada para PSK, polisi memberikan pembinaan dan akan disidang Tipiring di Pengadilan Negeri Kebumen.

Salah satu PSK berinisial SC (29) warga Purwokerto yang terjaring saat operasi, dirinya mengaku kurang lebih satu tahun menjadi PSK di Kebumen karena tidak ada pilihan lain untuk mencari nafkah. Bahkan dirinya sudah berpindah pindah dari kota ke kota menjadi PSK karena tuntutan ekonomi.

“Saya sudah ditinggal suami, bahkan saat saya dalam posisi hamil. Saya sebetulnya tidak ingin jadi PSK. Tapi, mau gimana lagi kebutuhan hidup terus bertambah,” kata SC salah satu PSK.

Editor : Akrom Hazami

 

Ruangan komen telah ditutup.