Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Begini Nasib Terkini Bocah Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu di Grobogan



Reporter:    /  @ 18:59:35  /  30 Oktober 2017

    Print       Email

Kepala Dinas Sosial Grobogan Andung Sutiyoso (tiga dari kanan) saat menyerahkan bantuan alat bantu jalan pada Siti Arwah, warga Karanggeneng, Kecamatan Grobogan yang menderita kelumpuhan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berita adanya seorang lulusan SD di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong bernama Serli Artia Dewi (12) yang memilih tidak sekolah karena harus merawat ibunya mendapat respon dari beberapa pihak. Salah satunya datang dari Pemkab Grobogan melalui Dinas Sosial.

Beberapa hari setelah pemberitaan, mereka menyambangi keluarga Sherli untuk melihat keadaannya. Saat bertandang, mereka pun membawakan sejumlah bahan makanan serta alat bantu jalan buat Siti Arwah, ibunda Serli yang sebelumnya sempat mengalami kelumpuhan.

”Pemberitaan soal Serli yang tidak mau sekolah SMP karena harus merawat ibunya sudah kita tindaklanjuti. Beberapa hari lalu, kita kasih bantuan alat bantu jalan,” kata Kepala Dinas Sosial Grobogan Andung Sutiyoso, Senin (30/10/2017).

Bantuan alat bantu jalan atau kruk diberikan atas permintaan Siti Arwah. Alat bantu diperlukan supaya Siti bisa latihan berjalan dengan nyaman. Apalagi saat ini kondisinya sudah berangsur membaik.

”Saat ini, kondisi penyakitnya sudah mulai membaik dan bisa jalan meski belum normal seperti semula. Keluarga ini juga sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat sehingga memudahkan dalam berobat,” katanya.

Baca: Bikin Haru, Bocah 12 Tahun Asal Karanggeneng Grobogan Ini Rela Putus Sekolah Demi Merawat Ibunya

Tekait kondisi Serli, Andung menyatakan, anak itu masih bisa meneruskan sekolah SMP tahun depan. Untuk memperingan biaya sekolah, Serli akan mendapat bantuan dari pemerintah. Ini lantaran, orang tuanya sudah termasuk dalam data penerima progam keluarga harapan (PKH) dari kementerian Sosial.

Progam nasional tersebut mulai diluncurkan tahun 2014. Wujudnya, berupa pemberian bantuan tunai langsung bersyarat untuk keluarga sangat miskin (KSM). Di Grobogan, jumlah penerima PKH sekitar 25.315 KSM.

”PKH ini tujuannya untuk membantu menghindari kemiskinan dan memastikan generasi berikutnya dapat menyelesaikan pendidikan dasar. Besarnya dana yang diterima KSM bervariasi tergantung pada jumlah atau komponen keluarganya,” ungkap Andung.

Seperti diberitakan sebelumnya, cita-cita Serli untuk melanjutkan pendidikan SMP terpaksa harus tertunda meski sebelumnya sudah sempat diterima di salah satu SMP.

Namun, Serli akhirnya memilih untuk tidak sekolah karena harus merawat ibunya Siti Arwah (33) yang menderita sakit. Sejak tujuh bulan terakhir, Siti mengalami gangguan syaraf hingga sempat mengalami kelumpuhan.

Kondisi inilah yang membuat Serli memilih untuk merawat ibunya dan meninggalkan keinginannya untuk sekolah. Hal itu dilakukan karena hampir setiap hari, ayahnya Fuad Arifin (36) harus bekerja sebagai buruh tani di daerah Karangawen, Demak. Sedangkan adiknya, Selvi Nova Aryani saat ini baru berumur 4 tahun.

”Saya sebenarnya pengen sekolah. Tapi kalau sekolah, siapa yang merawat ibu dan adik,” ujar Serli saat ditemui di rumahnya, beberapa hari lalu.

Sang ibu sebenarnya sudah menyuruh Serli untuk tetap sekolah. Namun, anaknya tidak mau karena merasa kasihan dengan keadaannya yang membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas sehari-hari.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →