Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Gubernur Ganjar : Pemuda Jadi Petani Modern Itu Keren



   /  @ 14:02:47  /  30 Oktober 2017

    Print       Email

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mencoba melakukan tanam padi menggunakan transplanter di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak (30/10/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Demak –  Profesi menjadi petani saat ini cenderung dijauhi oleh para pemuda. Mereka lebih memilih menjadi seorang pegawai, PNS atau lainnya.

Kondisi ini dijawab Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan menggencarkan upaya modernisasi pertanian. Peralatan pertanian hingga pengolahan lahan diarahkan menggunakan alat-alat modern, sehingga anak muda tertantang menggeluti bidang pertanian.

Ini dikatakan Ganjar saat melakukan tanam padi perdana menggunakan transplanter di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak (30/10/2017).

“Penggunaan alat modern ini akan memudahkan petani, anak-anak muda jadi mau bertani,” katanya.

Mantan anggota DPR RI ini meminta para pemuda untuk tak ragu menggeluti bidang ini. Karena menurut dia, menjadi petani bisa tetap keren.

“Dari 4 orang yang gunakan transplanter tadi, salah satunya masih muda, dia merasa bertani-nya lebih mudah dan menarik. Dengan transplanter, menanam bisa lebih cepat, ini kan juga bentuk dorongan agar anak muda berkiprah di pertanian,” katanya.

Jika dulu, menjadi petani seringkali dianggap sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat terutama generasi muda, paradigma itulah menurutnya yang perlu diubah. Hal ini agar ada generasi-generasi baru sehingga pertanian di Indonesia bisa semakin maju.

Modernisasi yang dilakukan ungkapnya bukan hanya terkait dengan pengolahan lahan, namun juga pendataan dan penyaluran bantuan yang dilakukan secara modern.

Salah satunya melalui Kartu Tani yang dilengkapi dengan sejumlah data seperti luas lahan, jenis tanaman dan kebutuhan pupuk bagi setiap petani.

Data-data itu menurut Ganjar menjadi sangat penting agar penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan waktu dan tepat sasaran. Jika semua data bisa terlihat melalui Kartu Tani, petani tidak akan kesulitan mendapatkan pupuk.

“Kan ada data tanamnya, jadi kami tahu. Ketika masa pemupukan atau dua pekan setelah penanaman akan dipastikan pupuk bersubsidi tersedia,” terangnya.

Bukan hanya tentang penyaluran pupuk, data pada kartu tani juga akan memberikan gambaran jumlah panen di masing-masing daerah. Hal ini ungkapnya penting guna memprediksi hasil panen dan agar petani bisa mendapatkan harga yang tinggi saat panen.

“Jadi kan bisa tahu, tanam berapa hektare, yang kena hama semisal berapa, jadi bisa diprediksi kapan panen dan jumlahnya berapa di tiap daerah,” tambahnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →