MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ayah di Grobogan Ini ‘Korbankan’ Diri Lindungi Anak dan Istri Saat Rumahnya Roboh

186
Warga memunguti sisa-sisa genting rumah Karji yang roboh diterjang angin lisus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Cerita memilukan terjadi di sebuah keluarga di Dusun Plosorejo RT 1 RW IV, Desa Guyangan, Kecamatang Godong, Grobogan. Rumah yang dihuni Karji (37), istri dan anaknya yang baru berusia tujuh tahun itu roboh dengan tanah diterjang angin lisus.

Yang membuat miris, saat rumah roboh sekeluarga itu masih di dalam rumah. Karji bahkan rela terluka tertimpa atap untuk melindungi istri dan anaknya. Istri dan anaknya ia dekap saat rumah itu ambruk.

Peristiwa ini terjadi Jumat (27/10/2017) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Beruntung Karji tak mengalami luka yang fatal meski tertimpa genting dan atap.

Peristiwa ini bermula saat hembusan angin kencang sebelum hujan deras melanda desa tersebut. Angin lisus meluluhlantahkan atap puluhan rumah di dusun itu, namun yang paling parah menimpa rumah Karji.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur Desa Guyangan. Tidak lama berselang, ada hembusan angin kencang yang menerjang perkampungan.

“Waktu itu, anginnya kencang sekali. Saya bersama anak istri saat ini ada di dalam rumah,” kata Karji, Sabtu (28/10/2017).

Mengetahui bahaya karena angin lisus itu, Karji sudah berinisiatif mengajak anak dan istrinya menyelamatkan diri. Namun nahas, belum sampai ke pintu keluar, angin kencang sudah menerjang rumahnya.

“Kejadiannya cepat sekali. Begitu angin datang, saya langsung mendekap anak dan istri dan berlindung di balik pintu,” jelasnya.

Terjangan angin kencang itu mengakibatkan rumah Karji roboh dan menimpa semua barang berharga di dalamnya. Termasuk sepeda motornya.

Akibat kejadian itu, Karji mengalami luka dibagian tangan dan pelipis istrinya juga terluka akibat terkena reruntuhan kayu rumah. Beruntung, anak korban yang masih berusia 7 tahun tidak mengalami luka, karena ia dekat erat bersama istrinya saat musibah terjadi.

“Lukanya tidak parah. Kami kena runtuhan kayu saat mau ke luar rumah. Kejadiannya singkat, sekitar satu menitan,” ujarnya.

Kepala Dusun Plosorejo Agus Muhammad Ridwan mengatakan, dalam peristiwa itu hanya satu rumah warganya yang roboh. Sedangkan puluhan rumah hanya mengalami kerusakan ringan.

“Rumah saya juga kena angin tapi hanya rusak di bagian atas (gentingnya). Tafsir kerugian material sekitar Rp 50 juta. Saat ini, warga sedang bergotong royong memperbaiki rumah yang roboh,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Ruangan komen telah ditutup.