Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Perbaiki Jalan Mati, Warga Getassrabi Kudus Tuntut Pengecoran Jalan Dialihkan ke Pemukiman



Reporter:    /  @ 15:55:00  /  27 Oktober 2017

    Print       Email

Alat berat berada di kawasan pembangunan jalan desa Getassrabi Gebog. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Proyek pengecoran jalan Desa Getassrabi, Gebog menuai kritikan dari masyarakat, Jumat (27/10/2017). Itu lantaran pembangunan jalan dianggap tak pas karena jalan yang dibangun merupakan jalan mati. Akibatnya, warga meminta agar pembangunan dapat dialihkan dikawasan permukiman.

Aris Muntohar, warga Dukuh Karaan, Desa Getassrabi mengaku heran dengan langkah Pemdes Getassrabi terhadap pembangunan jalan tersebut. Karena, jalan yang dibangun merupakan jalan yang nyaris tak pernah dilalui masyarakat di sana. 

Sebaliknya, lanjut dia, jalan yang dilalui berupa permukiman malah sama sekali tak tersentuh pembangunan. Padahal kondisinya sangat memprihatinkan lantaran rusak parah.

“Jalan yang dibangun sepanjang 160an meter pada dukuh Karaan Desa Getassrabi. Jalan itu jalan sawah dan kebun serta sangat jarang dilalui masyarakat karena aksesnya memutar,” katanya kepada wartawan.

Menurut dia, banyak warga yang mempertanyakan tindakan pemerintah desa tersebut. Apalagi, persis di sebelah jalan yang dibangun terdapat pemukiman warga yang jalannya sudah rusak parah. Namun malah dibiarkan rusak.

Para warga meminta pembangunan dapat dialihkan kesana. Selain jadi jalan permukiman warga, jalan tersebut juga jadi akses jalan menuju masjid dan juga makam dukuh setempat.

“Warga meminta agar digeser saja pekerjaannya. Sebab pasti lebih pas dan bermanfaat jika dibangun di jalan permukiman. Kalau tidak warga benar-benar bisa kecewa dengan desa,” jelasnya.

Disinggung soal biaya pembangunan, pihaknya tak tahu secara persis. Hanya desas desus yang berkembang, nominalnya mencapai Rp 190 jutaan. 

Hari ini, pihak pemdes dengan perwakilan warga mengadakan rapat tertutup soal perbaikan tersebut. Rapat digelar dengan setelah puluhan warga mengeruduk kantor balai desa untuk mempertanyakan keputusan itu.

Hanya saja, hingga berita ini diturunkan pihak pemdes belum bisa dikonfirmasi. Pesan WhatsApp yang dikirim MuriaNewsCom pun belum dijawab.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →