Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

KWT Desa Bageng Pati Kembangkan Produk Berbasis Potensi Lokal



Reporter:    /  @ 13:00:28  /  27 Oktober 2017

    Print       Email

Anggota KWT Bageng berfoto bersama dengan produk olahan dari potensi lokal di Desa Bageng, Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Desa Bageng merupakan salah satu desa di Kecamatan Gembong yang kaya akan potensi lokal. Salah satu yang paling terkenal adalah jeruk pamelo.

Namun, Desa Bageng ternyata memiliki banyak potensi lokal. Hal itu yang dimanfaatkan kelompok wanita tani (KWT) setempat untuk menjadi produk unggulan.

Ketua KWT Bageng, Sri Pujiati mengatakan, saat ini ada belasan produk yang diolah dari potensi lokal Desa Bageng. Satu di antaranya, stik kelor, kerupuk siyem, kerupuk ketela, rempeyek kacang, dan pangsit kelor.

Ada pula ceriping pisang, sale pisang, kerupuk gadung, manisan pepaya dan manisan siyem. “Kita mulai kembangkan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” kata Pujiati.

Sayangnya, produk-produk tersebut masih sebatas dijual secara konvensional kepada tetangga dan warga sekitar. Sebab, produk mereka masih sederhana dan belum mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

KWT Bageng sendiri sudah memiliki sekitar 23 anggota. Mereka aktif mengolah potensi lokal untuk dijadikan sebagai produk unggulan khas Desa Bageng.

Koordinator Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gembong Sri Ratnawati menambahkan, pihaknya siap melakukan pendampingan untuk KWT yang ada di Desa Bageng, termasuk upaya mengantongi izin PIRT untuk produk rumahan.

“Kami siap mengawal dan mendampingi supaya produk rumahan KWT bisa menjadi produk unggulan yang bisa menyejahterakan anggotanya. Untuk Bageng memang kaya akan potensi lokal, sehingga perlu mendapatkan pendampingan secara khusus,” tandas Ratna.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →