Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pejabat Bappeda Kota Serang Timba Ilmu ke Grobogan, Ini Tujuannya



Reporter:    /  @ 21:36:11  /  26 Oktober 2017

    Print       Email

Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto (baju merah) saat menerima tamu dari Kota Serang, Banten di ruang rapat bupati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pejabat dari Bappeda Kota Serang, Banten, melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Kamis (26/10/2017). Ketua Bappeda Kota Serang Joko Sutrisno memimpin langsung rombongan yang melangsungkan studi banding tersebut. Rombongan diterima Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto di ruang rapat bupati.

Menurut Joko, ada beberapa hal yang ingin dipelajari dalam kunjungannya ke Grobogan tersebut. Antara lain mengenai keberhasilan Pemkab Grobogan dalam meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) hingga enam kali.

Kemudian, soal penanganan gender, kepeludian pada HAM, dan komoditas ungulan bidang pertanian di Grobogan. Khususnya, padi, jagung dan kedelai.

“Banyak hal yang ingin kita pelajari dari kunjungan ini. Nantinya, hasil dari sini akan kita coba aplikasikan di Kota Serang,” katanya.

Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto menyatakan, prestasi yang kita capai dibidang KLA ini boleh dibilang membanggakan. Sebab, pengharaan KLA ini sudah enam kali berhasil didapat.

Dijelaskan, penghargaan KLA  didapat tahun 2009, 2011, 2012, 2013, 2015 dan 2017. Penghargaan itu diberikan karena pemkab dinilai telah melakukan upaya konkret terhadap pemenuhan hak sipil anak dan adanya forum anak dari tingkat desa sampai kabupaten.

Menurut Anang, ada beberapa kebijakan lain yang mendukung diraihnya penghargaan KLA itu. Yakni, pembangunan taman cerdas dan pembentukan peraturan Bupati Grobogan Nomor 7 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, juga telah dibentuk lembaga perlindungan anak berbasis masyarakat desa (LPAD) dan adanya peran karang taruna dalam perlindungan anak.

Untuk komoditas unggulan di Grobogan masih terdapat di sektor pertanian. Sejak beberapa waktu lalu, penanganan sektor pertanian juga dikembangkan dengan program techno park.  

“Kita punya rumah kedelai Grobogan (RKG) yang jadi tempat pembelajaran lengkap masalah kedelai dari hulu hingga hilir. Nanti, akan kita ajak singgah kesana biar tahu persis kondisinya dan bisa belajar banyak hal. Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan kerja ke Grobogan dan semoga yang didapat dari sini bisa membawa manfaat,” katanya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →