Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Generasi Ukir Relief di Jepara Hijrah Jadi Karyawan Pabrik



Reporter:    /  @ 20:31:46  /  26 Oktober 2017

    Print       Email

Poster sindiran tentang keadaan seni ukir yang kalah dengan ekspansi pabrik yang ada di Jepara. Poster tersebut tertempel di ruas Jl Kyai H Wahid Hasyim. Kamis (26/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemuda-pemudi Desa Senenan, Kecamatan Tahunan-Jepara resah seni ukir kini mulai ditinggalkan generasi muda. Alih-alih bergulat denan kayu anak muda asal desa sentra relief tersebu memilih bekerja di pabrik. 

Hal itu terungkap pada sarasehan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Putu Sentana, medio bulan Oktober 2017. Selain karena menjamurnya berbagai pabrik padat karya, kegelisahan tersebut juga dipicu tidak adanya lembaga pendidikan yang fokus pada pelesteraian seni ukir relief. 

Ketua Lembaga Pelestari Seni Ukir, Batik dan Tenun Jepara Hadi Priyanto mengatakan, ancaman tersebut nyata adanya. Hal itu satu diantaranya dipicu permasalahan finansial.

“Gaji seniman ukir yang rendah, pelestarian yang tidak optimal hingga kebijakan yang kurang berpihak pada perajin. Selain itu, lembaga sertifikasi ukir kayu hanya jalan ditempat,” ujarnya.

Ketakutan akan hilangnya generasi pengukir kini makin nyata, semenjak pabrik padat karya di Jepara menyedot puluhan tenaga kerja muda. Praktis para penerus meubel ukir ditinggalkan oleh pewarisnya. 

Selain itu, Hadi juga menyesalkan pembukaan jurusan dekorasi ukir di SMKN 2 Jepara yang gagal dilakukan. Meskipun, sempat bergulir beberapa saat namun akhirnya jurusan tersebut dilebur dalam sebuah program. 

“Jurusan tersebut sempat dibuka pada 12 April 2014, namun kemudian ditutup dan dimasukan kembali ke program keahlian dekorasi ukir, dengan alasan tidak ada nomenklatur program keahlian dekorasi ukir. Padahal dari jurusan itu telah melahirkan lulusan berbekal keahlian kriya kayu,” ungkapnya.

Sementara itu, pembicara lain Didin Ardiansyah mengajak anak muda untuk membuat momentum kebangkitan cinta pada budaya lokal. Menurutnya, hal tersebut dapat dilakukan dengna membuat berbagai kegiatan kreatif yang menggiring generasi muda untuk kembali mencintai seni ukir.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →