Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Geger Pria ’Melahirkan’ di Grobogan, Ternyata Ini yang Terjadi



Reporter:    /  @ 17:30:42  /  26 Oktober 2017

    Print       Email

Sejumlah warga Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon usai menguburkan gumpalan daging yang dikabarkan sebuah janin dan akhirnya bikin heboh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganBerita adanya seorang pria dari Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon yang dikabarnya melahirkan janin lewat operasi sempat bikin heboh warga. Terlebih, setelah berita itu juga marak diunggah ke berbagai akun medsos hingga.

Pria yang dikabarkan melahirkan diketahui bernama Ganang Yudho Putra Duri (17). Remaja yang masih kelas XI SMA itu merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Masduri (49) dan Sri Munastatik (45).

Masduri merupakan anggota Kodim 0717 Purwodadi yang bertugas di Koramil Panunggalan. Saat ini keluarga Masduri masih berada di RSI Sultan Agung. Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning telah membesuk putra anggotanya tersebut.

Baca: Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Dari keterangan Masduri kepada Jan Piter Gurning, sejak beberapa tahun lalu, Ganang menderita tumor dan harus dikeluarkan lewat operasi. Tindakan operasi dilakukan di RSI Sultan Agung Semarang, beberapa hari lalu.

Setelah dioperasi, gumpalan daging yang dikeluarkan ukurannya cukup besar dan bentuknya sekilas menyerupai janin manusia.

”Dari keterangan dokter, itu adalah teratoma. Saya sudah menjenguk di rumah sakit. Saya juga meminta anggota (Masduri) untuk bersabar. Saat ini, anaknya masih di rumah sakit tetapi kondisinya sudah baik,” katanya, Kamis (26/10/2017).

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

Informasi yang didapat menyebutkan, kehebohan soal adanya remaja yang disebut-sebut melahirkan janin itu mulai muncul sejak Selasa (24/10/2017) sore. Hal ini terjadi setelah gumpalan daging yang dioperasi dikuburkan di pemakaman Desa Panunggalan.

”Sejak kemarin, saya dihubungi banyak orang untuk menanyakan berita itu. Saya katakan kalau itu adalah penyakit tumor biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan beritanya,” kata Kades Panuggalan Muslikin Amna.

Dari keterangan warga, sejak usia satu tahun, Galang memang memiliki benjolan kecil pada perutnya. Semakin lama, ukuran benjolan bertambah besar. Setelah diperiksakan, benjolan itu didiagnosa merupakan sebuah tumor dan harus dilakukan operasi.

Sementara itu, dokter spesialis bedah kanker di Semarang, DR dr Darwito, SpB, SpB(K)Onk mengatakan, teratoma bukan merupakan tumor langka karena kerap ditemui. Bentuk tumor ini memang bisa menyerupai anggota badan manusia. Soalnya, sel induknya berasal dari anggota badan.

Bentuk teratoma yang mirip anggota tubuh manusia terkadang menimbulkan persepsi beraneka ragam. Dia menegaskan, tumor tersebut timbul tidak terkait hal-hal mistis. Dia meminta agar persepsi masyarakat terkait janin itu dihilangkan agar tidak menimbulkan kehebohan.

”Sel tumor itu bisa muncul sejak bayi. Sedangkan bentuk teratoma kadang bisa menyerupai kumpulan gigi, rambut atau tulang. Tapi itu bukan janin. Tumor itu asalnya dari sel induk lalu berkembang melalui jaringan stratoma,” ungkapnya saat dimintai komentar wartawan.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →