Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Cerita Ganjar dari Pembangunan Empat Flyover yang Hanya Butuh Waktu 180 Hari



   /  @ 17:08:02  /  25 Oktober 2017

    Print       Email

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan lima proyek infrastruktur di Flyover Dermoleng, Kabupaten Brebes, Rabu (25/10/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Brebes – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meresmikan lima fly over di berbagai daerah di Jateng. Peresmiaan dilakukan secara bersamaan di Flyover Dermoleng, Kabupaten Brebes, Rabu (25/10/2017).

Dari lima flyover itu, empat di antaranya dibangun dengan waktu hanya 180 hari. Empat flyover itu yakni flyover Dermoleng, Brebes dengan panjang jalan 500 meter dan lebar 11 meter. Flyover Klonengan Kabupaten Tegal dengan panjang 1011 meter dan lebar 11 meter.

Kemudian flyover Kesambi Kabupaten Tegal dengan panjang 470 meter, serta flyover Kretek Kabupaten Brebes dengan panjang 700 meter yang keduanya juga memiliki lebar 11 meter.

Selain keempat flyover tersebut, Ganjar juga meresmikan pembangunan Underpass Jatingaleh Kota Semarang.

Ganjar bercerita tentang asal muasal pembangunan flyover ini yang tak lepas dari kemacetan di Tol Brebes saat mudik Lebaran 2015 lalu.

 “Brexit waktu itu macetnya mendunia, efeknya luar biasa, hoax juga dahsyat. Katanya ada yang kelaparan, ada yang meninggal di jalan. Kenapa saya bilang hoax? Karena saya di lapangan, sehingga saya tahu persis cerita aslinya seperti apa,” ujarnya.

Peristiwa itu ungkap Ganjar memberikannya inspirasi tentang pembangunan flyover. Sebab jalur pantura merupakan jalur yang padat terutama saat arus mudik.

Selain itu juga terdapat perlintasan kereta api dengan frekuensi kereta lewat hampir setiap 15 menit sekali yang tentu berakibat pada kemacetan panjang.

“Kita gerak cepat, rapat yang singkat. Dibutuhkan flyover, langsung saya telepon Menteri PU dan kebetulan waktu itu dekat dengan kunjungan Presiden. Maka akhirnya kita duduk bersama bertiga dengan Presiden,” cerita Ganjar.

Dari pertemuan itu, Ganjar menyampaikan pada Presiden adanya usulan pembangunan flyover untuk mengurangi kemacetan parah di jalur pantura. Respon cepat dari presiden yang juga setuju agar proyek itu segera dilaksanakan, sehingga dalam waktu sekitar 4,5 bulan proyek ini seluruhnya rampung.

“Ini tidak mudah karena kita sadar pembebasan lahan tidak bisa cepat, karena ada hak rakyat di situ. Maka kita terima kasih pada masyarakat yang telah merelakan tanahnya untuk pembangunan sehingga flyover sudah bisa digunakan sejak mudik kemarin,” terang Ganjar.

Dengan selesainya pembangunan itu, Ganjar memberikan ucapan terima kasih secara spesial pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) atas kerja cepat dan responsif. Sebab pembangunan flyover ini dilakukan dalam waktu singkat yang hanya 180 hari dan tanpa birokrasi yang bertele-tele.

Ganjar juga mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga. Bukan hanya manfaatnya sebagai jalan, flyover ini juga perlu diperhitungkan dari nilai estetikanya. Sebab itu Ganjar mempersilakan jika memang keberadaan flyover akan dipercantik, baik dengan mural ataupun lampu-lampu.

“Dicoret-coret boleh tapi seng apik sisan, dikasih pesan-pesan yang bagus soal anti narkoba atau yang lainnya. Kalau bisa bagus saya izinkan, kalau bisa tiap enam bulan ganti jadi indah terus. Yang penting jangan digunakan untuk tempat selfie, malah marai macet,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →