Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Gudang Produksi Pestisida Ilegal di Demak Digrebek Polda Jateng



   /  @ 15:15:19  /  25 Oktober 2017

    Print       Email

Polisi menunjukkan pestisida ilegal yang diamankan dari gudang di daerah Mranggen, Demak. (Foto : detik.com)

MuriaNewsCom, Demak – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menggerebek gudang yang dijadikan tempat produksi pestisida ilegal, di Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen Demak.

Dalam penggeledahan yang dilakukan Senin (23/10/2017) itu, polisi menemukan ratusan liter pestistida dalam gudang milik perusahaan UD Arum Tani tersebut. Di dalam gudang itu selain ditemukan produk pestisida ilegal tanpa merek dan label, juga ditemukan sejumlah pestisda legal.

Kasubdit I Industri, Perdagangan, dan Investasi (Indagsi) Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah, AKBP Egy Andrian Suez menyebut, yang diungkap yakni pestisida untuk pembasmi rumput (herbisida). ”Ini ilegal, karena tak sesuai dengan aturan dan tanpa izin,” katanya, Rabu (25/10/2017).

Ia menjelaskan, dalam Undang Undang Nomor 12 Tahun 1992 Pasal 38 pestisida yang beredar di Indonesia wajib terdaftar di Kementerian Pertanian, dan harus ada tabel komposisi dan merek.

“Pestisida sangat berbahaya isinya virus dan zat kimia, undang-undang sudah mengatur agar obat ini hanya membunuh rumput saja, lingkungannya jangan,” ujarnya.

Pemilik gudang, diketahui bernama Suparno, saat ini diamankan di Direskrimsus Polda Jateng. Suparno juga juga diketahui sebagai pedagang pestisida yang sudah merintis sejak 1998 dan menjual berbagai produk.

Dari produk legal dan ilegal yang ia jual, dalam sebulan usahanya beromzet Rp 300 juta. Sedangkan omzet prodak ilegal saja rata-rata Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.

Herbisida ilegal yang diproduksi tersangka merupakan oplisan dari merek Posat 450 SL, Bravoxone 276 SL, Bionasa 480 SL, dan Kresna Up 525 SL. Tersangka mengemas ulang ke dalam botol ukuran 500 ml, 1 liter, 5 liter, dan 20 liter tanpa label.

Bahan baku yang disita total 36 drum Posat, 36 drum Bravoxone, dan 45 drum Kresna. Masing-masing drum berisi 200 liter.

Produksi pestisida ilegal tersebut dimulai tahun 2011 dan dijual di tokonya. Peredaran pestisida buata Suparno ini sampai ke beberapa daerah di Jateng, seperti Kendal, Boyolali dan Semarang.

Tersangka dijerat pasal 60 ayat (1) UU RI Nomor 12 tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman dan UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumanya lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →