MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

25 Orang Luka saat Bus Rombongan Perangkat Desa Purworejo Kecelakaan di Banyumas

365
Bus mengalami kecelakaan di Banyumas, Rabu dini hari. (Facebook)

MuriaNewsCom, Banyumas – Rombongan perangkat desa dari Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, mengalami kecelakaan Banyumas. Sebanyak 25 orang mengalami luka-luka dan 5 orang di rujuk ke RSUD Purworejo.

Dilansir dari detik.com, kecelakaan terjadi di tikungan Babakan, Desa Cidora, Kecamatan Lumbir, Banyumas, Rabu (25/10/2017) sekitar pukul 03.30 WIB. Bus mengangkut rombongan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) seusai mengikuti Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Jakarta.

Namun saat pulang melalui jalur selatan wilayah Lumbir dari arah Bandung, bus masuk ke sawah dan terguling. Saat ini korban luka sebagian masih menjalani perawatan di Puskesmas Lumbir. Lima korban luka berat di rujuk ke RSUD Purworejo.

“Yang luka luka dari perangkat desa ada 25 orang dan 5 diantaranya luka berat akan dirujuk ke Purworejo. Ada satu lagi kernet juga luka ringan,” kata Dodo, Sekdes Kedunggede, Lumbir yang ikut menengok di Puskesmas Lumbir, Rabu (25/10/2017).

Salah satu perangkat desa yang menjadi korban kecelakaan, Makmun (56) mengatakan jika saat kejadian dirinya duduk di belakang sopir dalam kondisi mengantuk. Namun tanpa diketahuinya bus Brilian nopol AA 1632 DD yang ditumpanginya sudah masuk areal sawah dan terguling.

“Saya duduk di belakang sopir, saya ngantuk jadi tidak tahu. Tahu tahu sudah kecelakaan. Yang sakit sini, saya tidak bisa angkat bahu,” ungkap Makmun.

Dia mengungkapkan dari Jakarta bus sempat berhenti dua kali di daerah Jawa barat untuk makan dan membeli oleh-oleh, setelah melakukan perjalanan dari Jakarta sekitar pukul 17.00WIB melalui jalur Bandung.

“Setelah makan di daerah Nagrek dan berhenti beli oleh-oleh. Setelah itu langsung bablas Purworejo tapi malah kecelakaan,” ujarnya.

Sementara menurut kernet bus Brilian Ahmad Sujiono yang saat ini ikut dirawat di Puskesmas Lumbir karena mengalami luka di pundak dan kedua kakinya. Dia sempat mengingatkan sopir bus Wahyu Agung agar berhati-hati dengan kondisi jalan berkelok kelok dan sepi yang menyebabkan mengantuk.

“Ya itu, tahu-tahu bus sudah oleng. Saya ikut ngliyep ngantuk, saya juga sudah ingetin sopirnya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

United Futsal Pc

Ruangan komen telah ditutup.