Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Jateng dan Denmark Kerja Sama Bikin PLTS di Pulau Karimunjawa



   /  @ 16:20:15  /  24 Oktober 2017

    Print       Email

Petugas tengah memeriksa kualitas pasokan listrik panel tenaga surya. Pemprov Jateng dan Denmark tengah membangun PLTS di Karimunjawa berkapasitas 283 kWp. (Foto : Antara)

MuriaNewsCom, Semarang – Pemprov Jateng bekerja sama dengan Kerajaan Denmark membangun proyek di bidang lingkungan dan energi. Ada empat proyek yang mulai direalisaikan dan akan menjadi percontohan untuk diterapkan di daerah-daerah lain.

Salah satu dari empat proyek itu yakni pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kepulauan Karimunjawa. PLTS ini akan dibangun dengan kapasitas 283 kWp.

Selain PLTS di Karimunjawa kerja sama antara Jateng dan Denmark itu juga akan membangun pembangkit listrik tenaga gas metana di TPA Jatibarang Kota Semarang. Serta pembangunan instalasi pengolahan limbah pati onggok di Klaten, dan pembangunan fasilitas refuse derived fuel di TPA Tritih Lor, Kabupaten Cilacap.

“Proyek PLTS di Karimunjawa akan bisa dioperasikan pada 2018. Sementara pengolahan sampah di Semarang diperkirakan selesai pada Oktober 2018,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Groundbreaking dalam Proyek Percontohan The Environmental Support Programme Phase 3 (ESP3) itu dilakukan di Kantor Bappeda Jateng, Senin (23/10/2017) kemarin.

Proyek PLTS berkapasitas 283 kWp di Karimunjawa, kata dia, cocok diterapkan di daerah terpencil seperti Pulau Parang, Kemojan, Genting, dan Nyamuk, karena menggunakan energi ramah lingkungan. Selama ini energi listrik di pulau-pulau terpencil di perairan Jepara itu menggunakan tenaga diesel yang menyala hanya enam jam per hari.

“Kami sedang dorong energi yang lebih besar mengunakan gas. Kami akan komunikasi dengan PLN dan Pertamina agar di Karimunjawa listrik  bisa menyala selama 24 jam dari sebelumnya 6 jam. Ini juga perlu ada edukasi kepada warga bagaimana merawat batere secara baik agar listrik dengan energi surya bisa menyala terus,” ujarnya.

Bahkan ke depan, pemprov mendorong penggunaan energi hijau dengan memanfaatkan beragam energi yang sudah ada, salah satunya sampah. Selain itu juga mencoba mendorong kemungkinan angin bisa mempunyai kekuatan untuk energi alternatif terbarukan di samping sumber daya alam lainnya.

“Kita masih mendiskusikan tentang panas bumi apakah juga bisa diadopsi. Setidaknya apa yang terjadi di Banyumas dan Karanganyar masih belum bisa diterima masyarakat,” katanya.

Menurut dia, di kawasan Dieng, pemanfaatan panas bumi sebagai pembamgkit listrik sudah berjalan baik.

”Jika kita belajar pada Iceland, negara kecil yang bermigrasi dari energi yang bersumber fosil ke panas bumi ternyata hasilnya luar biasa dan ekonomi masyarakatnya tumbuh dan terselamatkan,” paparnya.

Ganjar menyebut, pengelolaan lingkungan ke depan juga akan menjadi lebih baik, karena adanya teknologi dari Pemerintah Denmak. Seperti pengolahan limbah pati onggok di Klaten atapun limbah lainnya yang mempunyai potensi untuk bisa dikelola. Sehingga semakin hari kesadaran pengelolaan sampah atau limbah semakin baik.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini akan menular dan menjadi pembelajaran kemudian bisa ditiru di tempat lain. Sehingga kita sangat baik dalam mengelola sampah. Kita akan tunjukkan, hari ini kerja sama tersebut mempunyai nilai besar untuk masyarakat dan masyarakat menyukainya,” ujarnya.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Rasmus Abildgaard Kristensen mengatakan, Pemerintah Kerajaan Denmark memilih Provinsi Jawa Tengah sebagai mitra kerja sama, karena memiliki pemimpin yang visioner dan mampu melihat berbagai potensi yang ada. Seperti pengolahan limbah menjadi energi terbarukan.

“Selain itu ada situasi yang memungkinkan untuk secara teknis kami melakukan dan menerapkan teknologi,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →