Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Tarik Investor, Pemprov Jateng Segera Luncurkan E-Service



   /  @ 15:09:14  /  24 Oktober 2017

    Print       Email

Industri tekstil menjadi salah satu investasi yang cukup dominan di Provinsi Jawa Tengah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Pemprov Jateng akan segera meluncurkan layanan E-Service untuk mempermudah perizinan investasi di provinsi ini. Aplikasi ini akan diluncurkan pada November 2017 mendatang di Surakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jawa Tengah Prasetyo Aribowo menyebut, aplikasi E-Service ini akan mempermudah pihak investor dalam mengurus perizinan. Dengan program ini ditargetkan, investasi yang masuk ke Jateng akan semakin besar.

“Pertumbuhan investasi terus membaik. Sejak 2013 hingga sekarang peningkatanya 52 persen. Investasi asing kebanyakan sektor energy, dan untuk investasi dalam negeri tekstil,” katanya.

Menurut dia, aplikasi E-service akan melayani 166 jenis perizinan. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan informasi tentang aspek-aspek yang dibutuhkan investor, untuk melakukan investasi di Jawa Tengah.

Salah satunya informasi tentang tata ruang, agar investor tidak lagi terkendala tata ruang saat mendirikan pabrik.

“Banyak investor mengeluh kesulitan membangun pabrik, dan ternyata mereka salah beli lahan, karena lingkungan sekitar lahan tidak mendukung untuk dibangun industri,” ujarnya.

Aplikasi ini juga disambut baik kalangan perusahaan. Karena proses perizinan bisa dilakukan secara oniline.

Wakil Ketua Kadin Jawa Tengah Bidang Pengembangan Ekonomi Didik Sukmono mengatakan, pengusaha yang ingin berinvestasi ke Jawa Tengah biasanya ingin agar pengurusan perizinan tidak terlalu lama dan biayanya pun tidak terlalu mahal. Sehingga e-service sangat diharapkan mampu memenuhi tuntutan dari para pengusaha.

“Pengusaha hanya ingin jangan sampai ada start up yang lama untuk mengurus perizinan, itu tuntutan pengusaha. Yang kedua adalah startup cost-nya jangan tinggi-tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Didik juga meminta agar pemerintah daerah, khususnya pemerintah kabupaten/ kota menyeragamkan perizinan konstruksi agar memudahkan mereka membangun industri yang akan berdampak pada penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Kalau kita bicara tentang perizinan ada dua hal. Satu perizinan yang sifatnya prakonstruksi yang di-cover oleh provinsi dan kami merasakan nyaman. Hanya ketika mau masuk ke izin teknis atau izin konstruksi yang ada di kabupaten/kota, kami mengamati satu kabupaten/ kota dengan yang lain itu masih berbeda-beda, belum seragam,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →