Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Auditor Inspektorat Pati Dilaporkan ke Ombudsman, Ini Penyebabnya



Reporter:    /  @ 09:43:37  /  24 Oktober 2017

    Print       Email

Ngatono (kiri) menunjukkan bukti penerimaan Ombudsman terkait dengan dugaan maladministrasi yang dilakukan Inspektorat Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Auditor Inspektorat Pati dilaporkan Kaur Keuangan Desa Semampir, Ngatono ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah. Laporan tersebut terkait dengan dugaan adanya maladministrasi hasil audit penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Semampir.

Ngatono mengatakan, namanya dicatut dalam surat hasil audit Inspektorat yang menyebutkan uang sisa sewa kios milik Pemdes Semampir sebesar Rp 2 juta. Padahal, Ngatono mengaku tidak tahu-menahu soal uang sisa sewa kios.

“Meski jabatan bendahara desa, tapi uang itu langsung diberikan kepada mantan kades saat masih menjabat sebagai kades. Surat hasil audit dari Inspektorat itu diperbanyak mantan kades dan disebarkan kepada warga,” ungkap Ngatono, Selasa (24/10/2017).

Tidak terima dengan hasil audit yang dilakukan Inspektorat, Ngatono lantas melaporkannya ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah. Dia menilai, hasil audit Inspektorat telah mencemarkan nama baiknya.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah Sabarudin Hulu membenarkan adanya laporan terkait dengan dugaan maladministrasi yang dilakukan Inspektorat Pati.

“Kami menerima laporan dari masyarakat Pati yang mana identitasnya perangkat desa. Laporan yang disampaikan kepada kami, dugaan maladministrasi yang dilakukan tim pemeriksa atau auditor Inspektorat Pati,” kata Sabarudin.

Ada beberapa poin yang dilaporkan ke Ombudsman. Pertama, adanya dugaan penyimpangan prosedur dalam pemeriksaan Ngatono.

Kedua, auditor Inspektorat Pati diduga tidak ada berita acara pemanggilan yang resmi. Ketiga, hasil pemeriksaan Inspektorat Pati diduga tidak sesuai dengan fakta dan kebenaran.

“Ketiga poin itu, kami sudah minta klarifikasi tertulis kepada Inspektur Kabupaten Pati. Jadi kami masih menunggu, karena masih dalam waktu yang patut, belum dua pekan,” jelas dia.

Pihak Ombudsman akan memeriksa dan menelaah lebih lanjut berkas pelapor, setelah mendapatkan dokumen yang berisi keterangan dan tanggapan dari Inspektorat Pati. Setelah itu, Ombudsman baru bisa memberikan rekomendasi terkait masalah tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →