Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Bupati dan Santri Dukung Kasus Bayi Dugaan Malpraktik RSUD Kajen Pekalongan



   /  @ 17:49:10  /  23 Oktober 2017

    Print       Email

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Puluhan santri di Kabupaten Pekalongan memperingati Hari Santri Nasional dengan cara yang tidak biasa, Senin (23/10/2017). Yakni, dengan menggelar kepedulian terhadap nasib bayi Adiyatma Serkan Altaya.

Diketahui, bayi tersebut mengalami kehilangan sekat hidung usai dirawat di RSUD Kajen Pekalongan. Mereka menggelar aksi berupa penggalangan Koin Peduli Erkan di halaman kantor bupati, kantor dinas kesehatan, dan kantor DPRD Kabupaten Pekalongan. 

Nantinya, uang hasil dari aksi peduli hari pertama ini rencananya akan dikumpulkan terlebih dahulu. Hingga nanti pada puncak aksi Jumat (27/10) mendatang, akan diberikan langsung ke pihak keluarga guna pengobatan kelanjutan bayi Adiyatma. 

Baca : Bayi Dugaan Malpraktik RSUD Kajen Pekalongan, Adiyatma, Terabaikan

Mereka membawa tulisan di spanduk ‘Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017 Resolusi Jihad, Peduli Nasib Adiyatma Erkan Altaya, Bayi santri Kedungwuni yang mengalami cacat hidung diduga akibat kelalaian oknum dokter RSUD Kajen’.

“Keluarga dari bayi itu adalah keluarga santri. Jadi anak santri. Kami pun melakukan ini sebagai bentuk kepedulian,” kata salah seorang peserta aksi, Faturokhman (18) dilansir detik.com.

Kuasa hukum keluarga bayi Adiyatma, M Yusuf, apa yang dilakukan santri merupakan bentuk kepedulian. Keluarga masih kecewa dengan surat yang ditandatangani Direktur RSUD Kajen, yakni dr Dwi Ari Gunawan. Surat berisi bahwa persoalan bayi Adiyatma telah selesai. “Karena dianggap selesai sepihak oleh RSUD Kajen inilah, dukungan dari berbagai warga dan kalangan ke pihak keluarga pasien berdatangan,”kata Yusuf.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengaku siap menyelesaikan masalah. “Ini akan saya selesaikan, kebetulan dokter siapa, ya Dwi Arinya (direktur RSUD Kajen), lagi ada izin ikuti workshop. Kalau sudah selesai workshop, akan saya panggil dan duduk bersama semua pihak,” ujar Asip kepada wartawan di kantornya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →