MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping
Banner Kuping Kanan

Tahun Depan, Penggunaan Kartu Tani di Pati Dilakukan dengan Transfer Nontunai

90
Agenda penggunaan kartu tani di Pati untuk penebusan pupuk bersubsidi di Pendapa Pati, Senin (23/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Penggunaan kartu tani di Pati selama ini masih bisa dilakukan secara tunai kepada pengecer distributor pupuk. Namun, ketentuan itu tidak berlaku pada tahun depan.

Pasalnya, Bupati Pati Haryanto sudah menginstruksikan agar penerapan transfer nontunai untuk kartu tani mulai diberlakukan tahun depan. Hal itu disampaikan dalam agenda Akselerasi Penggunaan Kartu Tani untuk Penebusan Pupuk Bersubsidi, Senin (23/10/2017).

“Distribusi kartu tani yang jumlahnya puluhan ribu harus tepat sasaran. Kalau tidak tepat sasaran, khawatirnya disalahgunakan pengecer nakal. Itu sebabnya, penerapan transfer nontunai akan diberlakukan pada 2018,” ujar Haryanto.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Muchtar Efendi menjelaskan, penebusan pupuk bersubsidi melalui kartu tani bisa dilakukan secara tunai kepada pengecer. Hal itu untuk memudahkan petani yang tidak paham transfer ke bank.

Mekanismenya, petani menyerahkan uang tunai kepada pengecer yang sudah memiliki saldo kartu tani. Pengecer lantas melakukan transfer ke BRI dengan penambahan uang administrasi sekitar Rp 1 ribu.

“Ini memang masa transisi sehingga perlu edukasi lebih kepada petani terkait penggunaan kartu tani. Cara setor tunai ke pengecer sebetulnya sebagai solusi kalau petani sedang tidak punya saldo,” ucap Muchtar.

Namun, cara itu tidak akan diberlakukan tahun depan karena khawatir ada upaya kenakalan dari pengecer. Di Pati sendiri sudah ada sekitar 66 ribu petani yang sudah memegang kartu tani.

Padahal, jatah kartu tani untuk Pati berkisar di angka 88 ribu. Artinya, masih ada sekitar 22 ribu petani yang belum mengantongi kartu tani.

Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.