Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Bawa Samurai, Pedang, hingga Bom Molotov,  Geng Motor di Klaten Beraksi



   /  @ 12:40:18  /  23 Oktober 2017

    Print       Email

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Klaten – Aksi geng motor di Kabupaten Klaten kian meresahkan masyarakat. Beberapa waktu lalu, mereka kedapatan melakukan perusakan, hingga aksi ugal-ugalan dengan melempar bom molotov di tengah jalan di sepanjang jalan Stasiun Srowot, Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

Pada Minggu (15/10/2017) misalnya. Mobil milik Arifin, warga Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, juga dibuat rusak oleh geng motor. Ketika itu, Arifin hendak ke Solo. Arifin mengendarai mobil Toyota Soluna ke arah timur di Jalan Jogja-Solo, Kecamatan Klaten Selatan.

Sesampainya di depan Terminal Bus Bandogantungan, mendadak ada sekitar delapan sepeda motor ditumpangi belasan anak muda. Arifin melihat mereka membawa senjata tajam jenis pedang dan samurai. Senjata tersebut disembunyikan di balik baju dan jaket.

Tiba-tiba salah seorang pelaku mengayunkan senjata tajam ke mobilnya, dan mengenai bodi bagian belakang. Dia sempat mengejar ke arah timur sampai di Jalan Jogja-Solo depan masjid agung. Saat dirinya turun dari mobil, para pelaku kabur dengan sepeda motor jenis KLX dan matik. Dengan kejadian itu dia meminta warga lebih waspada saat berkendara dini hari.

Kapolsekta Klaten, AKP Suyadi, mengatakan, pihaknya mulai melakukan gerakan antisipasi terjadinya aksi brutal geng motor di wilayahnya. Di antaranya, polisi melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah klub sepeda motor.

“Anak muda yang ikut komunitas maupun klub motor dirangkul. Kami ajak mereka berdiskusi dan memberikan pembinaan terhadap mereka semua,” kata Suyadi, Senin (23/10/2017).

Sejumlah kerawanan yang kerap dilakukan mereka adalah balap liar, serta perkelahian. Karenanya, polisi terus mengantisipasi aksi para geng motor tersebut. Polisi juga meminta agar orang tua intensif memantau anak-anaknya. Termasuk dalam hal ini, orang tua hendaknya memerhatikan pergaulan sehari-hari. Baik itu lingkungan masyarakatnya, hingga lingkungan sekolah.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →